Dibikin Campursari, Katon Bagaskara Ceritakan Sejarah Lagu Dinda

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Katon Bagaskara (kiri) tampil saat Konser Kebangkitan Nasional di kawasan Waduk Pluit, Jakarta, 20 Mei 2017. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Konser Kebangkitan Nasional dengan tema Indonesia Bangkit yang dimeriahkan sejumlah artis untuk merayakan Hari Kebangkitan Nasional. ANTARA FOTO

    Penyanyi Katon Bagaskara (kiri) tampil saat Konser Kebangkitan Nasional di kawasan Waduk Pluit, Jakarta, 20 Mei 2017. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Konser Kebangkitan Nasional dengan tema Indonesia Bangkit yang dimeriahkan sejumlah artis untuk merayakan Hari Kebangkitan Nasional. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Solo - Penyanyi Katon Bagaskara saat ini berencana untuk mencoba peruntungannya di jalur campursari. Salah satu lagunya, Dinda Dimana sudah digarap ulang dan segera diluncurkan dalam format digital.

    Lagu itu merupakan bagian dari album solo miliknya yang berjudul Katon Bagaskara. Album itu diluncurkan pada 1993 dan meledak di pasaran hingga 1995. "Terjual hingga 2 juta kopi," kata Katon di Solo, Senin 24 Februari 2020.

    Sebelum mengeluarkan album solo perdananya itu, Katon sudah merilis beberapa album bersama kelompoknya, KLA Project. Kelompok yang terdiri dari Katon, Lilo dan Adi itu telah membuat album sejak 1988.

    Di kelompok itu, Katon memiliki peran sebagai vokalis sekaligus pengarang lagu. Sebenarnya, lagu Dinda Dimana itu juga telah dibuat sejak awal kelompok KLA Project itu membuat album perdana.

    Namun, anggota KLA Project yang lain ternyata merasa lagu itu kurang cocok. "Saya diminta untuk menyimpan saja lagu itu," katanya. Akhirnya, dia memilih merilis lagu itu dalam albumnya sendiri lima tahun kemudian.

    Album itu ternyata meledak di pasaran dengan penjualan hingga 2 juta kopi. "Itu belum termasuk bajakannya," kata Katon. Dia yakin lagu Dinda Dimana menjadi salah satu pendongkrak penjualan album 'Katon Bagaskara' tersebut.Penyanyi Katon Bagaskara menggelar tumpengan untuk pembuatan video klip Dinda Dimana versi campursari. Penyanyi itu akan terjun di dunia campursari dengan menggarap ulang beberapa lagu lamanya. TEMPO | Ahmad Rafiq

    Kini, dia menggarap ulang lagu itu dalam genre campursari. Beberapa lagu lain juga menanti untuk diolah dengan garap yang sama. "Saya juga siap untuk melakukan tur dengan lagu-lagu campursari ini," katanya.

    Video klip Dinda Dimana versi Jawa juga tengah disiapkan. Pengambilan gambar dilakukan di salah satu kota tempat berkembangnya campursari, Kota Solo. "Saya akan berkolaborasi dengan seniman-seniman lokal," katanya.

    Melihat tren pada saat ini, Katon Bagaskara akan mencoba memasarkan lagunya dalam vormat digital melalui situs berbagi video Youtube. "Saat ini kami sudah siapkan akunnya dan segera diluncurkan saat video klipnya jadi," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.