Revina VT Akan Laporkan Dedy Susanto ke Polisi

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Revina VT, selebgram. Instagram.

    Revina VT, selebgram. Instagram.

    TEMPO.CO, Jakarta - Revina Violetta Tanamal atau Revina VT akan melaporkan Dedy Susanto ke polisi terkait dugaan pidana yang dilakukannya saat melakukan terapi psikologi. Revina yang kini tengah dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang menurun, menunjukkan Surat Kuasa yang akan digunakan untuk melaporkan Dedy.

    Revina mempercayakan kepada kuasa hukumnya, Rio Ramabaskara untuk melaporkan Dedy atas dugaan tindak pidana Pasal 83 Jo Pasal 64 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

    "Terima kasih @rio_ramabaskara selalu lawyer gue yang mewakili gue, karena kondisi gue sangat gak memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit, masih berkutat dengan selang transfusi dan infus. Btw, yang kemarin ngedesak mulu nyuruh ke ranah hukum dan bilang gue pansos sama nyari spotlight, sini bacotnya sini," tulis Revina di Instagramnya pada Kamis, 20 Februari 2020.

    Dita Soedrajo dan Dedy Susanto. (Instagram - @ditasoedarjo)

    Tindakan Revina ini didukung oleh Mimi Peri, selebgram yang mengaku dibayar oleh Dedy Susanto untuk berkolaborasi di YouTube channelnya. Mimi Peri memberikan semangat kepada Revina untuk mengusut tuntas kasus yang sudah memakan banyak korban ini. "Semangat," tulis Mimi Peri di kolom komentar.

    Vanessa Angel yang juga sempat mendapatkan pesan langsung atau DM dari Dedy, memberikan dukungannya kepada Revina. "You go girl," tulis Vanessa Angel di kolom komentar.

    Sebelumnya, Revina mengatakan bahwa kini Komnas Perempuan mendukungnya. Revina yang pertama kali menguak kelakuan Dedy Susanto yang mengaku sebagai doktor psikologi ini juga meminta para korban yang akun Instagramnya dibajak dan diancam bisa mengadu kepadanya dengan mengirimkan email ke panggilmiya@gmail.com disertai nomor telepon yang bisa dihubungi.

    Revina mulanya mengunggah bukti percakapan antara Dedy dan seseorang yang pernah mengikuti terapinya. Percakapan itu memperlihatkan bahwa Dedy melakukan kejahatan seksual kepada kliennya. Dalam percakapan tersebut  Dedy mengajak klien untuk melakukan sesi terapinya di dalam kamar hotel. Hingga kini yang mengaku sebagai korban dari Dedy semakin bertambah banyak dan berani untuk bersaksi.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.