8 Tahun Vakum, Ladya Cheryl Sempat Ragu Main Film Lagi

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ladya Cheryl saat press conference film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020. ( TEMPO | Alfi Salima Puteri)

    Ladya Cheryl saat press conference film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020. ( TEMPO | Alfi Salima Puteri)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Ladya Cheryl cukup lama vakum dari dunia film. Pemeran Alya di film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini mengaku selama beberapa tahun melanjutkan studi di New York, Amerika Serikat.

    Ladya menempuh pendidikan film selama dua tahun, sehingga jarang terlihat di dunia hiburan. “Aku kursus bahasa Inggris dulu, terus sekolah dan praktik kerja lapangan juga di sana,” ujar Ladya Cheryl saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020.

    Delapan tahun absen bermain film, Ladya sempat merasa ragu ketika kembali ditawari bermain film layar lebar. Namun, tawaran itu akhirnya dia terima.

    “Gue bilang mau baca dulu skripnya dan novelnya, gue cari tahu juga cerita dan karakter mana yang bikin gue tertarik. Kalau sudah tertarik, biasanya gue akan berpikir lagi apakah gue mampu memainkan ini,” kata aktris berusia 38 tahun ini.Ladya Cheryl. Foto: Dok. Pribadi

    Ladya akan membintangi film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Film itu merupakan adaptasi dari novel Eka Kurniawan berjudul sama. Di film itu, Ladya berperan sebagai Iteung.

    Edwin, yang dikenal melalui film Posesif dan Aruna dan Lidahnya akan menyutradarai dan menulis skenarionya. Film ini rencananya mulai syuting di akhir tahun 2020 dan akan ditayangkan pada 2021.

    Meskipun sudah ditawarkan untuk terlibat dalam film ini, Ladya Cheryl tetap meminta agar di-casting terlebih dahulu. Ia ingin meyakinkan dirinya dan juga teman-teman yang akan terlibat dalam film.

    ALFI SALIMA PUTERI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.