Kehilangan Ashraf Sinclair, Baim Wong Tulis Pesan Menyentuh

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ashraf Sinclair dan Baim Wong (Instagram - @baimwong)

    Ashraf Sinclair dan Baim Wong (Instagram - @baimwong)

    TEMPO.CO, Jakarta - Baim Wong mengungkapkan rasa kehilangan salah satu sahabatnya, Ashraf Sinclair yang meninggal secara mendadak pada Selasa, 18 Februari 2020 akibat serangan jantung. Suami dari Paula Verhoeven ini mengaku sudah lama tak berjumpa dengan Ashraf.

    "Begini rasanya ketika kehilangan sahabat. Lama ga pernah ketemu. Tapi disaat ada kesempatan ketemu, kita tau kalau diantara kita berdua ada perasaan sangat dekat satu sama lain karena kita berdua sudah saling mengenal satu sama lain. Setiap ada pertemuan yang ga disengaja, selalu menjadi pertemuan yang lama," tulis Baim di Instagramnya, Selasa,

    Baim yang pernah bermain dalam satu sinetron bersama Ashraf Sinclair mengatakan bahwa setiap kali bertemu mereka selalu melepas rindu dan bercanda bersama. "Karena memang sebenarnya kita itu saling kangen. Kangen dengan semua kebodohan kita, kalau kita bercanda," kata Ashraf. Baim yang terkenal dengan kejahilannya ini pernah membuat suami dari Bunga Citra Lestari atau BCL itu marah. "Pernah dia marah bgt pas lagi dibencandain. Karena terompet keras dibunyiin di kupingnya. Marah kecil, yang setelah itu kembali gua jailin lagi," tulis Baim.

    Ayah satu anak ini merasa kangen dan ingin bercanda lagi dengan Ashraf yang selalu tertawa melihat tingkah laku Baim. "Kita selalu menikmati kebersamaan kita," tulis Baim.

    Kepergian Ashraf yang begitu mendadak membuat Baim mengingat bahwa betapa berharganya waktu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Baim pernah mengingatkan kepada Paula untuk melanjutkan mengaji, namun karena kesibukannya mengurus buah hati mereka, Kiano Tiger Wong membuat Paula menundanya dan mengatakan "nanti ya".Ruhut Sitompul di rumah duka Ashraf Sinclair suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) dikawasan Pejaten, Jakarta, 18 Februari 2020. Tempo/Nurdiansah

    "Dan jawaban itu tidak ada salahnya sama sekali. Berat memang pengorbanan menjadi seorang ibu. Paula wanita yg sangat hebat. Sampai skrg dia pun sendiri mengurus Kiano," tulis Baim. Baim merasa bahwa jawaban tersebut tidak boleh terus menerus digunakan apalagi untuk beribadah.

    "Dengan meninggalnya sahabat saya ini, menjadi sebuah pelajaran berharga bagi saya untuk mengenal arti waktu yg sebenarnya. Kata-kata 'nanti' sepertinya jangan dijadikan kebiasaan. 'Nantinya' kita. Kita tidak pernah tahu kapan. Apakah itu seminggu, sebulan atau setahun. Mungkin sampai 5 tahun lagi, kita masih bilang 'Nanti'," tulis Baim.

    Pria 38 tahun ini merasa tidak yakin apakah nantinya masih diberi umur panjang dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

    "Dan Apakah 'nantinya itu'. Kita masih punya waktu dari Allah untuk bisa melakukannya? Sama dengan mengerjakan Sholat. Sering kita menggunakan kata 'Nanti'," tulis Baim. Terakhir, Baim berdoa supaya Ashraf diampuni segala dosa-dosanya dan semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.

    Baim Wong juga berharap semoga BCL dan Noah diberikan kekuatan untuk menghadapi kejadian ini. "Semoga Allah memberikan ketabahan kepada Bunga dan Noah. Saya akan selalu ada untuk keluarga mereka. Innalilahiwainnalilahiraji’un. Selamat tinggal sahabat. Sampai bertemu kembali," tulis Baim.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.