Gampang Masuk Angin, Rachel Amanda ke Belanda Dibekali Koyo

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Amanda memberikan keterangan konferensi pers peluncuran NKCTHI The Series di XXI Epicentrum Cinema, Jakarta, 26 November 2019. Aktris 24 tahun itu tampil cantik dengan make up natural. TEMPO/Nurdiansah

    Rachel Amanda memberikan keterangan konferensi pers peluncuran NKCTHI The Series di XXI Epicentrum Cinema, Jakarta, 26 November 2019. Aktris 24 tahun itu tampil cantik dengan make up natural. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rachel Amanda dibekali koyo oleh orang tuanya sebagai persiapan syuting film terbarunya yang berjudul "Merindu Cahaya De Amstel" yang dilakukan di Belanda.

    Rachel yang berperan sebagai Kamala di film itu mengatakan bahwa cuaca dingin di negeri kincir angin itu menjadi salah satu pertimbangan orang tuanya membekali dia koyo.

    "Orangtua terutama Nyokap yang tahu gimana. Jadi dia mempersiapkannya yang kayak koyo, karena aku anaknya gampang banget pegal dan masuk angin," kata Rachel Amanda saat ditemui dalam jumpa pers film Merindu Cahaya De Amstel di Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.

    Rachel mengaku penyuka pijat dan aroma terapi. ”Minyak Kutus-kutus dan sebagainya itu udah ready," kata dia.Rachel Amanda. Instagram.com/@auroramanda95

    Menurut Rachel, persiapan yang baik sebelum berangkat ke Belanda sangat penting dilakukan agar proses syuting bisa berjalan lancar dan tidak mengganggu jalannya produksi film.

    "Mungkin habis ini masih mempersiapkan ada beberapa yang dibeli lagi, karena Amsterdam sekarang cuacanya lagi dingin, winter-nya dia agak telat setahuku, karena ada temenku yang lama tinggal di sana," kata Rachel.

    Film Merindu Cahaya De Amstel disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Selain Rachel Amanda, film ini juga dibintangi oleh Amanda Rawles dan Bryan Domani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.