Teuku Wisnu: Valentine Day itu Bukan Budaya Kita

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar menikah pada 17 November 2013. Instagram.com/@shireensungkar

    Pasangan Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar menikah pada 17 November 2013. Instagram.com/@shireensungkar

    TEMPO.CO, Jakarta - Teuku Wisnu memberikan pandangannya tentang perayaan Hari Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari 2020. Dalam unggahan di Instagramnya, Wisnu mengatakan bahwa Valentine Day bukanlah budaya Indonesia.

    "Sesungguhnya valentine itu bukan budaya kita. Budaya kita itu our culture," tulis Wisnu dalam unggahannya. Wisnu mengartikan kata budaya kita ke dalam Bahasa Inggris sehingga menjadi our culture.

    Sahabatnya Hengky Kurniawan pun heran melihat unggahan Wisnu tersebut. "Semakin hari semakin lucu brader. Minum vitamin apa?" tulis Hengky di kolom komentar.

    Teuku Wisnu. TEMPO/Mazini Hafizhuddin

    Kemudian netizen lainnya berpendapat pada kolom unggahan suami Shireen Sungkar itu, bahwa budaya yang dimiliki Indonesia adalah makan mie instan dengan nasi serta lampu sen yang dinyalakan tidak sesuai dengan penggunaannya. "Budaya kita itu makan mie instan pakai telur ceplok + nasi," tulis akun @bundafadz_. "Budaya kita itu sen kanan belok kiri," tulis akun @mal.if.

    Perayaan Hari Valentine masih menjadi perdebatan di Indonesia. Sebagian berpendapat merayakan Valentine Day selalu dikaitkan dengan upacara keagamaan. Di Twitter, perdebatan itu menjadi trending dan memunculkan lelucon yang menyenangkan. Tagar #ValentineBukanBudayaKita memunculkan kreativitas pengguna Twitter. Misalnya, "#ValentineBukanBudayaKita, budaya kita itu deketnya sama kita jadiannya sama yang lain," atau "#ValentineBukanBudayaKita, budaya kita itu pas ada maunya baru dicariin."

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.