Dibintangi Deva Mahenra, Serigala Langit Cerita Kehebatan TNI AU

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Deva Mahenra yang sekaligus pemilik kedai kopi Foresthree ditemui saat menghadiri konferensi pers Kopi untuk Asmat di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Kopi untuk Asmat merupakan gagasan Wahana Visi Indonesia bersama sejumlah perusahan kopi untuk membangun fasilitas air bersih bagi anak-anak di Asmat, Papua. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor Deva Mahenra yang sekaligus pemilik kedai kopi Foresthree ditemui saat menghadiri konferensi pers Kopi untuk Asmat di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Kopi untuk Asmat merupakan gagasan Wahana Visi Indonesia bersama sejumlah perusahan kopi untuk membangun fasilitas air bersih bagi anak-anak di Asmat, Papua. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - E-Motion Entertainment didukung TNI AU menggarap film berjudul Serigala Langit. Dibintangi aktor Deva Mahenra, Serigala Langit melibatkan pilot pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) dan bercerita tentang kehidupan mereka sebagai prajurit.

    Produser film Serigala Langit, Arnold J Limasnax mengatakan film itu memang sengaja dibuat untuk menunjukkan kehebatan dari TNI AU. Ia ingin mengajak penonton untuk menikmati pengalaman lain dalam menyaksikan film Indonesia dengan serunya aksi dari pesawat tempur.

    "Kita ingin bersama-sama menunjukkan kehebatan TNI AU tapi lewat film yang komersil dengan drama agar orang-orang mau nonton. Kita ngobrol dan bersambut dengan baik," ujar Arnold dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

    Kadispen TNI AU Marsekal Pertama (Marsma) Fajar Adriyanto mengatakan bahwa film Serigala Langit sangat sesuai dengan program yang ada di TNI AU yakni untuk lebih mengenalkan TNI AU khususnya kepada anak muda.

    "Ini pas sekali dan bertepatan dengan keinginan kami dengan film yang anak muda apalagi sekarang kami sedang membangun imej bela negara, makanya klop," kata Fajar.

    Serigala Langit mengambil lokasi di Lanud Iswahyudi, Madiun, Kohanudnas TNI AU Jakarta dan Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Selain itu, film juga menggunakan alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) seperti pesawat F16, T50i, sukhoi, boeing, hercules, helikopter caracal dan tim PASKHAS beserta perlengkapannya.Pemain dan sutradara film Serigala Langit berfoto bersama Kadispen TNI AU Marsekal Pertama (Marsma) Fajar Adriyanto. (ANTARA)

    Film arahan sutradara Reka Wijaya ini bercerita tentang Gadhing Baskara (Deva Mahenra), seorang pilot tempur baru di Skadron Serigala Langit. Rasa percaya dirinya yang tinggi untuk selalu menjadi yang terbaik membuatnya jadi arogan. Namun di balik sikapnya tersebut, dia menyimpan persoalan pribadi yang berkaitan dengan masa lalu.

    Saat itu, Skadron Serigala Langit berada di bawah komando Marsekal Pertama Erik (Donny Damara) yang bertindak sebagai Komandan Landasan Udara tengah berada dalam misi untuk mengawal sekaligus mengantarkan seorang perempuan asing bernama Helen (Christina Danilla).

    Tami (Bunga Jelitha) kemudian ditugaskan untuk mengantar Helen dengan pesawat Herkules dan misi tersebut haruslah berhasil. Di sisi lain, Gadhing mengagumi Tami, dia pun bercerita pada Nadya (Anya Geraldine) teman masa kecilnya.

    Deva mengaku bangga bisa terlibat dalam film ini . Apalagi dia dapat mencoba berbagai pesawat tempur yang tidak bisa dinaiki oleh semua orang.

    "Rasanya luar biasa, senang, bangga. Dari banyaknya film saya, nenek saya paling bangga dengan film ini. Karena kita tahu ya orang tua itu punya mimpi yang dititipkan ke anak-anaknya. Nah orang tua saya pengin saya jadi TNI dan terwujud di film ini," kata Deva Mahenra.

    Serigala Langit juga dibintangi oleh Yoshi Sudarso, Dian Sidik, Dede Yusuf, Wanda Hamidah, Damara Finch, Randy Pangalila, Sekar Sari, Yayu Unru, Cristina Surya dan Prabu Revolusi. Film Serigala Langit dijadwalkan tayang pada April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.