Meira Anastasia, Istri Ernest Prakasa Akui Alami Panic Attack

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan suami istri, Ernest Prakasa dan Meira Anastasia memenangkan penghargaan Piala Maya. Instagram

    Pasangan suami istri, Ernest Prakasa dan Meira Anastasia memenangkan penghargaan Piala Maya. Instagram

    TEMPO.CO, JakartaMeira Anastasia, istri komika dan sutradara Ernest Prakasa baru-baru ini mengaku telah mengalami Panic Attack. Hal tersebut ia utarakan melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Selasa, 11 Februari 2020.

    Dalam unggahan tersebut tampak foto Miera dan suaminya sedang menghadiri Piala Maya dan memenangkannya berkat film Imperfect yang ditulisnya. Yang cukup menarik perhatian adalah keterangan dalam foto tersebut. Miera bercerita bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja saat sebelum menghadiri acara penghargaan itu.

    "Mungkin tidak terlihat, tapi sejujurnya malam ini aku sedang tidak baik-baik saja. Tadinya bapake sempat menawarkan untuk tidak jadi pergi ke @pialamaya tapi aku memutuskan untuk tetap pergi karena kalo di rumah malah jadi tambah parah," ujarnya.

    Ibu dua anak ini menjelaskan saat mengalami panic attack. "Sekitar seminggu yang lalu, aku sempat mengalami panic attack," katanya. Ia pun akhirnya memeriksakan diri ke dokter. " Tadinya aku pikir, aku sakit, tapi ternyata samapai di dokter (periksa darah) semuanya normal. Jadi ya diagnosisnya: panic attack.

    Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia berpose dengan trofi yang ia raih dalam Piala Maya, di Grand Kemang Hotel, Jakarta, Sabtu malam, 8 Februari 2020. Pasangan seleb itu meraih penghargaan Skrenario Adaptasi Terpilih untuk film Imperfect. TEMPO/Nurdiansah

    Menurut Meira Anastasia saat dalam kondisi tersebut memang tidak bisa diobati secara spesifik, semuanya bergantung pada diri sendiri yang menangani. Bahkan bantuan orang lain pun tidak begitu berpengaruh. Meira merasa sedih saat mengetahui hal tersebut terjadi padanya.

    Namun ada sesuatu yang cukup menghibur dirinya. Ketika ia berbicara dengan dokter, ia mendapat keterangan bahwa sang dokter juga pernah mengalami dan mampu melewatinya dengan baik.

    "Tapi dokter UGD malam itu bercerita kalau beliau juga pernah mengalami hal yang sama. Tiba-tiba terjadi dan harus berusaha untuk hidup dengan kondisi tersebut. Lumayan membuat aku merasa gak sendirian sih. Karena ternyata seorang dokter saja bisa mengalami hal yang sama," ucapnya.

    Tidak hanya itu, setelah mengalami, Meira juga mengajak orang-orang untuk lebih peduli dengan isu kesehatan mental. Menurut dia, bukan masalah ketika kita mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.

    Ia juga banyak mengucapkan terimakasih untuk sahabatnya, Asri Welas, yang sudah bersedia mendengarkan ceritanya dan memberikan pelukan. Ia juga merasa sangat bersukur karena suaminya, Ernest Prakasa, selalu memberinya dukungan.

    Panic attack adalah munculnya rasa takut atau gelisah berlebihan secara tiba-tiba. Kondisi yang juga disebut dengan serangan kegelisahan ini ditandai dengan detak jantung yang bertambah cepat, napas menjadi pendek, pusing, otot menjadi tegang, atau gemetar. Keadaan tersebut bisa berlangsung selama beberapa menit atau hingga setengah jam.

    Serangan panik bisa dialami sesekali dalam hidup, yang biasanya menghilang saat keadaan atau situasi pemicunya berakhir.

    M RYAN H


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.