Haji Nasir Soneta Meninggal, Pernah Selamatkan Nyawa Rhoma Irama

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi dangdut Rhoma Irama bersama Soneta beraksi saat tampil pada hari kedua Synchronize Fest 2018 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018.  ANTARA

    Musisi dangdut Rhoma Irama bersama Soneta beraksi saat tampil pada hari kedua Synchronize Fest 2018 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Mantan pemetik mandolin Grup Musik Dangdut Soneta, Nasir, 73 tahun, meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Kopi, Jakarta, Senin siang, 3 Februari 2020. Haji Nasir -sapaan akrab almarhum- mengembuskan napas terakhir karena penyakit jantung yang diderita sejak lima tahun terakhir. “Haji Nasir merupakan personil Soneta angkatan pertama 1970,” ujar Ketua Umum Fans of Rhoma and Soneta (Forsa) Surya Aka pada Tempo.

    Menurut Surya,  Nasir menyusul sejumlah personil Soneta angkatan awal yang telah mendahului berpulang. Mereka ialah Riswan (keyboard), Herman (bass), Kadir (gendang) dan Ayub (timpani dan tamborin). Adapun personil Soneta generasi pertama yang masih ada ialah Rhoma Irama (melodi), Wemphy (rithem) dan Hadi (seruling). “Haji Nasir pensiun dari Soneta pada 2010. Ia digantikan putranya sendiri, Zuhri Nasir,” tutur Surya.

    Surya berujar saat masih aktif bermusik, Nasir pernah menyelamatkan nyawa Rhoma ketika terjadi keributan di Ancol, Jakarta Utara, pada 1974. Saat itu, kata dia, Rhoma sempat akan dibunuh oleh seorang penonton. “Haji Nasir menggagalkan percobaan pembunuhan pada Rhoma,” kata Surya.

    Peristiwa puluhan tahun silam itu juga sempat dikisahkan oleh Rhoma Irama kepada Tempo yang menemuinya di sebuah hotel di kawasan Juanda, Sidoarjo, pada Sabtu malam, 28 Desember 2013 lalu. Menurut Rhoma, kala itu Soneta sedang menggelar konser sekaligus berdakwah di Ancol. “Zaman segitu dakwah di musik hal baru. Penonton sinis, ucapan salam saya tidak ada yang membalas,” tutur Rhoma.

    Rhoma mulai mencium gelagat buruk. Benar saja, seperti dikomando, para penonton melempari personil Soneta dengan batu, lumpur dan sendal. “Kami mencoba tetap bertahan di atas panggung meski suasananya kacau,” ujar Rhoma.

    Di sela-sela keadaan semrawut itu, menurut Rhoma, seroang penonton berteriak, “Islam taik!” Emosi Rhoma langsung tersulut. Tanpa pikir panjang ia meletakkan gitarnya dan meloncat mengejar penonton tersebut. “Saya dihina, dihujat, dilempari, oke. Tapi kalau agama yang dihina, saya enggak bisa nahan emosi,” kata Rhoma.

    Upaya Rhoma mengejar penonton itu gagal. Di bawah panggung ia justru disambut oleh para pemuda yang sudah siap akan mengeroyoknya. Tanpa diketahui Rhoma, seorang penonton lainnya hendak menikamnya dari belakang menggunakan sebilah pisau.

    Namun dengan cekatan Nasir melompat dari panggung dan menghantam penonton bersenjata tajam itu menggunakan tiang mikrofon. Rhoma pun selamat dan kericuhan itu berhasil dikendalikan aparat keamanan. “Tiap mengingat kejadian itu, saya terharu sama Haji Nasir,” kata Rhoma.

    Surya Aka mengatakan Rhoma akan takziah ke rumah duka, Jalan Cipinang Lontar RT 07/RW 08, Jakarta Timur pada Selasa siang ini, 4 Februari 2020. “Bang Rhoma sekaligus memimpin salat jenazah,” kata Surya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.