Diperiksa Polda Jatim, Siti Badriah Tegaskan Bukan Member MeMiles

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Siti Badriah (Sibad) didampingi kuasa hukumnya memenuhi panggilan penyidik terkait kasus dugaan investasi ilegal MeMiles, di gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin, 3 Februari 2020. Sibad juga mengaku pernah ditawari promosi oleh MeMiles, namun ia menolak. ANTARA/Didik Suhartono

    Pedangdut Siti Badriah (Sibad) didampingi kuasa hukumnya memenuhi panggilan penyidik terkait kasus dugaan investasi ilegal MeMiles, di gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin, 3 Februari 2020. Sibad juga mengaku pernah ditawari promosi oleh MeMiles, namun ia menolak. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dangdut Siti Badriah menegaskan tak terlibat dalam kasus MeMiles. Siti Badriah mengaku hanya mengisi acara yang digelar aplikasi milik PT Kam and Kam itu.

    "Saya hanya sebagai pengisi acara. Tidak pernah dapat reward apapun," kata pelantun lagu Lagi Syantik itu usai diperiksa di gedung Ditreskimsus Polda Jawa Timur di Surabaya, Senin, 3 Februari 2020.

    Penyanyi yang akrab disapa Sibad itu diperiksa penyidik sekitar satu setengah jam dan dicecar sebanyak 28 pertanyaan terkait keterlibatannya di investasi yang menyeret beberapa nama figur publik tersebut.

    Sibad mengaku pernah ditawari promosi oleh MeMiles. Namun tawaran itu dia tolak. "Promosi segala macam, semua orang pasti ditawarin. Tapi intinya saya hanya murni sebagai pengisi cara, tidak dapat reward," ucapnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan peran Sibad dalam kasus ini hanya sebagai pengisi acara di salah satu acara yang digelar MeMiles.

    "Ternyata peran saudari Siti Badriah hanya mengisi acara dan kemudian yang bersangkutan sempat ditawari menjadi member dari ‘MeMiles’ tapi tidak mengiyakan," kata perwira menengah tersebut.Pedangdut Siti Badriah (Sibad) didampingi kuasa hukumnya usai memenuhi panggilan penyidik terkait kasus dugaan investasi ilegal MeMiles, di gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin, 3 Februari 2020. Ia diperiksa penyidik sekitar satu setengah jam dan dicecar sebanyak 28 pertanyaan terkait keterlibatannya di investasi yang menyeret beberapa nama figur publik tersebut. ANTARA/Willy Irawan

    Sementara, dalam kasus itu polisi telah menetapkan lima tersangka yaitu Direktur PT Kam and Kam Kamal Tarachan, manajer Suhanda, motivator dr Eva Martini Luisa, Kepala Tim IT Prima Hendika, serta Sri Wiwit, orang kepercayaan direktur PT Kam and Kam yang bertugas membagi reward kepada para member.

    Polisi telah memeriksa beberapa artis dan figur publik dalam kasus ini, yakni Eka Deli, Marcello Tahitoe, Pingkan Mambo, Tata Janeeta, Regina Idol, dan desainer Adjie Notonegoro.

    Selain itu, polisi juga memeriksa cucu Presiden ke-2 RI Soeharto, Ari Sigit dan istrinya Rika Callebaut, terkait keterlibatan mereka di investasi bodong tersebut.

    Polisi juga telah menyita barang bukti uang tunai dari tersangka investasi bodong MeMiles sebesar Rp136 miliar, 24 unit mobil, dua unit sepeda motor, serta puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.