Sanur Village Festival Kembali Digelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Denpasat: Event tahunan yang sudah berlangsung untuk ketigakalinya, Sanur Village Festival (SVF) kembali digelar pada 6-10 Agustus. Tahun ini, panitia menambahkan tema "Going Green" melengkapi tema tetap "The New Spirit of Heritage".Menurut Ketua Panitia Ida Bagus Shidarta Putra, tematambahan itu karena kesadaran bahwa heritage atau warisan budaya hanya bisa bertahan dengan kelestarian lingkungan. Dia mencontohkan budaya bahari masyarakat Sanur akan bertahan bila terumbu karang sebagai tempat bersarangnya ikan tetap terjaga. "Jadi kaitannya sangat jelas bagi kita," ujarnya dalam acara pembukaan yang berlangsung Rabu malam lalu.Adapun tahun ini SVF akan diisi dengan puluhan kegiatan diantaranya lomba jukung tradisional, lomba layang-layang, festival dan lomba memasak Bali Cullinary Challenge 2008, pentas kesenian tradisional, pameran lukisan, yoga masal, dan lain-lani. Juga tiga kegiatan yang lumayan spektakuler yakni Pameran Kartun Internasional, Pameran Lukisan untuk memperingati 50 tahun meninggalnya pelukis legendaris Le Majeur dan yoga massal.Pameran Kartun Internasional diikuti 120 kartunis dari 43 negara antara lain Argentina, Australia, Brazil, Finlandia, Rusia, dan puluhan negara asing lainnya. Menurut Sekjen Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI), Putu Ebo, pameran kali ini merupakanpameran yang paling banyak melibatkan kartunis negara asing. Sebab yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) adalah pameran kartun Canda Laga Manca Negara tahun 1987 di Semarang yang hanya melibatkan kartunis dari 37 negara.Sementara itu Panitia Pameran Le Majeur, Arif B Prasetyo menyebut, keberadaan Le Majeur di Sanur sangat layak untuk diperingati. "Dia salah satu artis asing yang mempopulerkan Sanur sebagai daerah wisata internasional," ujarnya. Pelukis asal Belgia yang mempunyai nama lengkap Adrien Jean Le Majeur itu tinggal di Bali antara 1930-1950 dan memperistri wanita Bali Ni Polok.Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Gde Ardika memuji penyelenggaraan SVF. "Kode etik pembangunan kepariwisataan dunia menyebut pariwisata bukan hanya bisnis tapi juga aktivitas budaya," sebutnya. Di SVF, aktivitas itu digerakkan oleh masyarakat lokal maupun warga asing yang tinggal di Sanur. ROFIQI HASAN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.