Ustad Abdul Somad Naik Motor Gede Kelilingi Bandar Seri Begawan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Abdul Somad mengendarai motor gede. (Instagram - @ustadzabdulsomad_official)

    Ustad Abdul Somad mengendarai motor gede. (Instagram - @ustadzabdulsomad_official)

    TEMPO.CO, Jakarta -Pendakwah kondang Ustad Abdul Somad alias UAS menikmati kota Bandar Seri Bengawan, Brunei Darussalam dengan mengendarai motor gede bersama teman-temannya. Hal ini ia bagikan di akun Instagram miliknya kemarin.

    "Touring bersama para bikers mengelilingi Bandar Seri Begawan, Brunei," tulisnya di Instagram pada Rabu, 29 Januari 2020.

    Momen perjalanannya itu diabadikan ke dalam sebuah video berdurasi satu menit. Terlihat deretan motor gede berbaris dengan rapi dari berbagai merek.

    Sebelum mulai perjalanan, mereka menyempatkan untuk berdoa bersama dengan dipimpin oleh UAS. Dari video tersebut, UAS mengendarai sendiri motor gede Harley Davidson.

    Abdul Somad memang diketahui gemar mengoleksi motor gede. Beberapa kali ia menampilkan kegemarannya turing dengan puluhan jamaah dengan menggendarai Harley-Davidson Street dengan tampilan modis ala biker. Ustad Abdul Somad mengendarai motor gede. (Instagram - @ustadzabdulsomad_official)

    Tak hanya Harley, UAS juga pernah menjajal main trail Honda CRF150L.

    Ternyata kunjungannya ke Brunei Darussalam bukan hanya untuk turing bersama teman-temannya saja, Ustad Abdul Somad menghadiri acara penyerahan gelar profesor kepada dirinya dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali atau UNISSA. Di Instagramnya terdapat beberapa foto ketika UAS menerima gelar tersebut dari rektor UNISSA.

    "Setelah menerima Sijil Pelantikan Profesor Pelawat dari Rektor UNISSA Brunei Darussalam, Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal," tulis Abdul Somad di Instagram pada Rabu, 29 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.