Dibintangi Rizky Nazar, Satria Dewa Gatotkaca Minus Adegan Sadis

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satria Dewa GatotKaca (Dok. Satria Dewa Studio)

    Satria Dewa GatotKaca (Dok. Satria Dewa Studio)

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Satria Dewa Gatotkaca rencananya memulai syuting pada April 2020 dan akan tayang di bioskop pada Oktober 2020. Selain Rizky Nazar, aktor Yayan Ruhiyan dan dan aktris Yasmin Napper juga bergabung dalam film pembuka dari Univese Satria Dewa itu.

    Hanung Bramantyo mengatakan, film yang disutradarainya ini mengangkat tema keluarga sehingga tak akan ada unsur sadisme hingga seks di dalamnya.Dia dan tim berharap bisa menumbuhkan kembali rasa cinta anak-anak dan remaja pada budaya Indonesia terutama pewayangan.

    "Anak saya suka wayang, browsing (menjelajah) sendiri. Ini alasan saya mau buat film ini. Saya ingin anak saya dan anak Indonesia bisa mengenal kembali wayang yang mungkin saat ini sedikit dikenal," ujar dia di Jakarta, Minggu, 26 Januari 2020.Rizky Nazar

    Eksekutif Produser Satria Dewa Studio (SDS) Rene Iskak mengatakan film Satria Dewa Gatotkaca tak akan mengganggu pakem yang sudah ada, yakni dari kisah Mahabarata. "Sekarang ibarat sambungannya. Untuk semua yang tahu cerita Mahabarata, Pandawa dan Kurawa ini adalah sambungannya. Dramanya ada, romansanya ada, nilai kekeluargaanya ada," kata dia.

    Produser film Satria Dewa Gatotkaca, Celerina Judisari mengaku mempersiapkan cerita yang matang untuk film super wayang itu. Dia tak menampik akan membuat film lanjutan jika film pertama mendapat sambutan positif.

    "Kalau film ini berhasil dan disukai semua orang, kami akan run ke seri berikutnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.