Nge-Jam di Senayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, : "And it's too late/apologize." Sebuah alunan lagu yang lagi naik daun di Amerika tengah didendangkan One Republic di Tenis Indoor Senayan dalam perhelatan Jakarta Jam 2008 pada Kamis-Jumat pekan lalu. Meski malam memang too late, para pengunjung tak lantas pulang. Mereka terus menikmati aksi sejumlah band. Di panggung yang disediakan, tampil empat band dari Barat yang namanya lekat di telinga penikmat musik ABG: Simple Plan, New Found Glory, Lost Prophets, dan One Republic. Tak cuma band impor, band Tanah Air seperti Andra and the Back Bone, Lip Gloss, The Morning After, dan Melanie juga ikut mengisi panggung. Nge-jam dua hari ini dirancang seperti sebuah festival. Dua panggung dipersiapkan. Panggung utama terletak di Tenis Indoor dan panggung kedua, yang berukuran mini, di luarnya. Panggung ini diisi secara bergantian.Meski acara hari pertama berbentrokan dengan penampilan diva R&B Alicia Keys di Jakarta Convention Center, promotor Java Musikindo, Adrie Subono, tak resah. "Ini kan pangsa pasarnya berbeda, dari aliran musiknya saja sudah berbeda," ujarnya mantap. Menurut pantauan Tempo, penonton pertunjukan pada hari pertama justru lebih banyak ketimbang hari kedua. "Hari pertama terlihat lebih banyak, tidak tahu pasti apa alasannya," ujar Adrie.Memang, "nyawa" festival ini adalah Simple Plan dan One Republic. Simple Plan sempat menjadi idola pada 2004 lewat lagu Welcome to My Life. Albumnya yang diberi judul Still Not Getting Any pun laris-manis. Kini Simple Plan hadir kembali mengulang suksesnya lewat album terbaru berjudul Simple Plan yang menjagokan lagu When I'm Gone.Lain dengan One Republic. Walau band asal Colorado, Amerika, ini tengah naik daun, toh, konsernya kala itu sepi. Padahal album perdana yang diberi judul Dreaming Out Loud laku keras. Di Amerika Serikat saja sudah terjual lebih dari 700 ribu kopi dan di dunia mencapai 1,5 juta kopi.Dari segi pengunjung, festival gawean Java Musikindo ini terbilang sepi. Arena Tenis Indoor yang memuat sekitar 5.000 orang pun kelihatan lowong. Kelenggangan ini mengingatkan Tempo dengan Jakarta Rock Parade beberapa waktu lalu yang diadakan di tempat yang sama. "Memang jauh di bawah target yang kita prediksikan," Adrie menambahkan. Meski begitu, Jakarta Jam 2008 dijadikannya sebagai pemanasan. "Acara ini sebenarnya potensial," ujarnya. Karena itu, Adrie bakal menjadikan Jakarta Jam sebagai agenda tahunan Java Musikindo. "Musik yang disajikan pun beragam," ujarnya. Sebelumnya, Java pernah mengadakan acara serupa bernama Pop Alternatif Festival pada 1996. AGUSLIA HIDAYAH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.