Nonton Film Nyanyian Akar Rumput, Ini Janji Dirjen Kebudayaan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potongan film dokumenter Nyanyian Akar Rumput. youtube.com

    Potongan film dokumenter Nyanyian Akar Rumput. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid memuji film Nyanyian Akar Rumput karya sutradara Yuda Kurniawan. Menurutnya film ini menjunjung unsur kemanusiaan.

    “Ini film kemanusiaan, dan tugas kebudayaan adalah untuk menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Film ini unsur kemanusiaannya sangat kuat,” ujarnya saat nonton bareng film Nyanyian Akar Rumput di Plaza Senayan, Jakarta, 16 Januari 2020.

    Hilmar menonton film ini bersama jajarannya dan sejumlah jurnalis. Hadir pula sutradara film Yuda Kurniawan. Dia berjanji untuk terus mendukung karya-karya film besutan sutradara Indonesia. Terutama film-film yang berkaitan dengan sejarah bangsa.

    Hilmar juga mengaku mengenal Wiji Thukul dengan baik, sebagai sesama aktivis pro demokrasi pada 1990-an. “Ya saya kenal dia, sama-sama dulu,” ujarnya usai pemutaran film.

    Film Nyanyian Akar Rumput mengisahkan tentang perjuangan keluarga Wiji Thukul dengan tokoh sentral Fajar Merah dan bandnya Merah Bercerita. Yuda Kurniawan memusatkan kamera pada kehidupan Fajar yang mencari jati diri dan kini berjuang bersama bandnya. Lewat lagu-lagu yang digubah dari puisi Wiji Thukul, menyuarakan nuraninya menuntut keadilan atas hilangnya sang ayah. Sutradara film Nyanyian Akar Rumput, Yuda Kurniawan. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    Terekam pula kisah Fajar Merah Kecil dan kehidupannya bersama sang ibu, Siti Dyah Sujirah dan kakaknya Fitri Nganthi Wani. Sebuah film dokumenter yang harus ditonton, melihat pedih sakitnya keluarga kehilangan orang tercintanya secara paksa. Film yang cukup menguras emosi.

    Lewat lagu-lagunya, Fajar mengekspresikan tuntutan, kegelisahannya sebagai anak muda secara musical kepada dunia sekitarnya. Yuda dengan setia mengikuti perjalanan Fajar selama bertahun-tahun mendokumentasikan kehidupan anak aktivis yang hilang sejak akhir 1998 hingga awal 1999. Wiji Thukul hilang bersama 12 aktivis pro demokrasi lainnya.

    Film Nyanyian Akar Rumput memenangkan Piala Citra untuk film ini dalam kategori film Dokumenter Panjang Terbaik Festival Film Indonesia 2017, Pemenang Netpac Award Jogja Netpac Asian Film Festival 2018, Pemenang Honorable Mention Award Figuera Da Foz Int’l Film Festival, Portugal 2019 dan Pemenang Piala Maya untuk Kategori Dokumenter Panjang Terpilih, Piala Maya 2019.

    Film Nyanyian Akar Rumput tayang di bioskop sejak 16 Januari 2020 di jaringan bioskop XXI dan CGV di 10 kota, yakni Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Palembang, Makassar, Medan, Bandung, dan Purwokerto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.