Setelah 20 Tahun, Festival Musik Sacred Rhythm Kembali Hadir

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boo Boo selaku ketua Yayasan Sacred Bridge di Filosofi Kopi, Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Januari 2020. TEMPO/MARVELA

    Boo Boo selaku ketua Yayasan Sacred Bridge di Filosofi Kopi, Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Januari 2020. TEMPO/MARVELA

    TEMPO, Jakarta - Festival Musik Sacred Rhythm bakal digelar Yayasan Sacred Bridge di Jakarta, tepatnya  di Gedung Nyi Angeng Serang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 11 Januari 2020. Penonton hanya perlu berdonasi minimal Rp 50 ribu untuk menyaksikan pertunjukkan  bertajuk Sacred Rhythm: Reborn Unison "20th Anniversary for the Second Millennium" ini. Hasil dari uang donasi tersebut akan digunakan untuk melakukan kampanye mereka bertajuk "Let's support the arts".

    Acara ini juga menjadi awal kembalinya sekaligus peringatan 20 tahun Festival Perkusi Dunia SacredRhythm yang berlangsung di Bali pada 31 Desember 1999. Rencanannya,  ketika pergantian tahun 2020 ke 2021, mereka juga akan kembali menyelenggarakan di Pulau Dewata Bali.

    "Sebenarnya kita mau merefleksikan apa sih yang sudah dicapai atas upaya yang pernah didirikan sama pendiri-pendiri kita, apakah ada pembaharuan, apakah ada pencapaian yang mereka capai, jadi saatnya generasi muda mengangkat itu lagi," kata Boo Boo selaku ketua Yayasan Sacred Bridge di Filosofi Kopi, Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Januari 2020.

    Festival Musik Sacred Rhythm digagas karena adanya konflik sosial, krisis ekonomi, rasisme, peperangan dan bencana alam yang terjadi sebelum memasuki abad 21 dan sampai sekarang pun masih terjadi. Para pendiri yayasan ingin festival tersebut dapat menjadi pemersatu bangsa. "Sudah saatnya kita berkumpul dalam satu payung melalui musik," kata Boo Boo.

    Nantinya selama pertunjukkan penonton akan dihibur oleh beberapa penampil seperti Amy Knoles, grup musik Canang 7 Atjeh Ensemble, grup musik Kinang Putra, DJ Leno Rei, dan masih banyak lagi. Mereka akan memainkan alat musik perkusi.

    Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi pemilihan jenis alat musik ini.  "Alat musik yang paling tua dalam sejarah kemanusian, alat komunikasi zaman dulu. Punya kekuatan melebihi bahasa yang digunakan yg bisa menciptakan perdamaian. Indonesia punya perkusi yang kaya sekali sayang sekali kalau engga menggunakan kekayaan kita engga ditujukan ke dunia dengan musik perkusi ini," kata Boo Boo.

    Aktor Rio Dewanto juga turut mendukung acara ini. Rio mengaku memiliki tujuan yang sama dengan Sacred Bridge. "Yang bisa saya support akan saya support apalagi tentang budaya, musik sama film kan hubungannya sama-sama saling bersinergi," katanya ketika ditemui di lokasi yang sama. Ia juga rencananya akan hadir pada Sabtu besok.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.