Karier Ria Irawan, Sejak Umur 4 Tahun di Dunia Film

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ria Irawan berfoto bersama Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia. Instagram riairawan

    Ria Irawan berfoto bersama Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia. Instagram riairawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Ria Irawan tutup usia pada Senin pagi, 6 Januari 2020. Ria Irawan meninggal di usia 50 tahun setelah melawan penyakit kanker kelenjar getah bening stadium empat.

    Banyak rekan dan sahabatnya yang merasa kehilangan dengan sosok yang begitu berpengaruh di dunia perfilman Indonesia. Jiwa seninya memang sudah tertanam sejak kecil.

    Anak kelima dari aktor dan aktris senior Bambang Irawan dengan Ade Irawan ini sudah berkecimpung di dunia film sejak usia 4 tahun. Saat itu, dia menjadi figuran dalam film Sopir Taxi pada 1973.

    Selain menjadi aktor, ayah Ria Irawan, Bambang Irawan memiliki rumah produksi Agora. Dia berguru akting kepada ayah dan ibunya. Dan Ade Irawan adalah aktris favoritnya.

    Ria Irawan pernah divonis menderita kanker endometrium pada 2014, dandinyatakan sembuh setelah menjalani berbagai pengobatan, seperti kemoterapi dan radiasi. Instagram/@riairawan

    Ria Irawan pernah membuat sebuah film berjudul Gila dan Jiwa yang rilis pada 7 April 2016. Film tersebut merupakan dedikasinya selama 40 tahun berkarya di dunia seni peran. Ria Irawan bersama dengan Ade Paloh, Aming, Julia Perez, dan Afgansyah Reza menjadi sutradara dalam film tersebut.

    Ria Irawan juga membintangi puluhan film Tanah Air yang melejit pada masanya. Seperti Lupus 1 dan 2, Ai Lop Yu Pul, dan Arisan. Ria Irawan mendapatkan sejumlah penghargaan sejak tahun 1985. Dalam Festival Film Indonesia kategori aktris pembantu, Ria Irawan berhasil menang tiga kali. Ria Irawan meraih Piala Citra kategori aktris terbaik televisi.

    Sutradara dan Producer, Nia Dinata, berpose saat media visit pemain film "Kenapa Harus Bule?" di kantor redaksi koran Tempo, Palmerah, Jakarta, 12 Maret 2018. Nia Dinata menjadi produser dalam film yang disutradarai Andri Cung tersebut. TEMPO/Nita Dian

    Sutradara Nia Dinata menyampaikan rasa kehilangannya yang begitu mendalam atas kepergian Ria Irawan. "Perpisahan Ria Irawan tersayang. Kamu berjuang sangat keras. Anda berkelahi dengan anggun. Ini kerugian besar bagi kita semua, film Indonesia, untuk aktivisme kesetaraan gender," tulis Nia Dinata di Instagram Story. "Beristirahat dalam cinta, beristirahat dalam damai. Kebaikanmu, kekuatanmu, Tawa kamu akan selalu diingat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.