Chef Arnold Lakukan Ini Saat Marah pada Peserta Masterchef

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chef Arnold. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Chef Arnold. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Chef Arnold tak bisa membendung kemarahannya kepada peserta Masterchef Indonesia. Ia sampai menghampiri peserta yang tengah melakukan audisi Masterchef Indonesia yang mulai tayang di RCTI pada Minggu, 22 Desember 2019.  

    Peserta yang membuat Chef Arnold Poernomo adalah Uci, seorang mahasiswa asal Jakarta. Uci menyatakan ingin belajar menjadi masterchef untuk membuktikan bisa menunjukkan kemampuanya memasak. 

    Sayangnya, Chef Juni maupun Chef Renata Moeloek menyatakan hidangan yang dibawanya gagal. Arnold pun menyatakan Uci gagal maju ke babak selanjutnya. Ia meminta Uci maju untu melepas apron masaknya. 

    Saat itu, Uci maju dengan berlinang air mata. Ia meminta diberikan kesempatan. "Kamu diberikan kesempatan untuk belajar di luar, supaya kamu bisa memperbaiki dan menunjukkan skill masak kamu, supaya kamu bisa lolos dan ikut audisi di season berikutnya. Untuk season ini masih belum," kata rekan bisnis Kaesang ini menjwab. Uci masih ngotot minta diberikan kesempatan.

    "Tadi saya masih ngerem dengan komen hidangan yang kamu bawa. Ini hidangan yang baru coba-coba orang belajar masak. Itu semua kelihatan di piring kamu," ujar Arnold masih meladeni kengeyelan Uci.

    Uci masih terus mencoba bertahan. "Masterchef ini bukanlah sekolah ekspres utuk seseorang menjadi seseorang, ini adalah kompetisi di mana satu sama lain mengadu skill." Sikap ngeyel Uci masih ia tunjukkan hingga Arnold habis kesabarannya. 

    "Oke, pilihannya gampang: lepas atau saya yang lepas." Begtu Uci tetap menyatakan bertahan dengan apron itu, Arnold maju. Ia mengambil gunting dan menggunting apron. "Kalau mau belajar di dunia luar, dan sekarang belum waktunya, oke."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.