Totot Indrarto Meninggal, Lukman Sardi Sebut Totot Kamus Film

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Totot Indrarto (Komite Komunikasi). TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Totot Indrarto (Komite Komunikasi). TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Insan perfilm berduka karena Totot Indrarto meninggal. Totot adalah seorang kritikus film yang juga menjabat sebagai Komite Komunikasi Festival Film Indonesia (FFI).

    Totot meninggal pada Minggu, 22 Desember 2019, pukul 03.00. Jenazah Totot disemayamkan di Jalan Sutera Gardenia 5, Nomor 10, Serpong, Tangerang Selatan.

    Totot baru saja merampungkan kegiatannya di FFI tahun ini. Dalam wawancara dengan Tempo pada November 2019, dia menjabarkan sejarah FFI dari awal mulanya hingga berkembang menjadi festival bergengsi bagi insan perfilman Indonesia.

    Bahkan ia menjabarkan tentang mimpi-mimpinya untuk mendigitalisasi seluruh arsip perfilman Indonesia. "Pengarsipan film Indonesia buruk sekali, saya ingin bikin website yang semuanya menyimpan arsip tentang film dari tahun berapapun," ujar Totot.

    Baca juga: 
    Totot Indrarto: Kalau Bukan Karena Thomas Alva Edison, Mungkin Hollywood Tak Ada

    Tujuannya, mengestafet pengetahuan tentang film Indonesia kepada generasi muda. Dan platform website dianggap memudahkan masyarakat mengakses segala informasinya di sana.

    Totot Indrarto (Komite Komunikasi). TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Saat berkunjung ke Tempo, Ketua Komite Festival Film Indonesia Lukman Sardi mengatakan Totot adalah tokoh perfilman di belakang layar. "Dia seperti kamus berjalan. Segala hal mengenai film di Indonesia dia tahu semua, makanya kami tarik untuk ikut di FFI," tutur Lukman.

    Menurut Lukman, Totot merupakan pegiat perfilman Indonesia yang tahu sejarah hingga teknis dalam pembuatan film. Kiprah Totot di dunia film tentu saja sudah melalang buana. Ia pernah didapuk sebagai Ketua Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2013-2015.

    Totot juga aktif dalam dalam pengorganisasian berbagai kegiatan perfilman, antara lain pembentukan Badan Perfilman Indonesia (BPI), Perkumpulan Sahabat Sinematek, Akademi Film Indonesia, dan Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein).

    Di Festival Film Indonesia (FFI), Totot Indrarto pernah menjadi nominee Penulisan Kritik Film (2004), dua kali anggota Komite Seleksi (2005, 2010), lima kali Dewan Juri (2008, 2009, 2010, 2014, 2015), serta Ketua Bidang Penjurian (2011), Wakil Ketua Panitia (2017), dan Komite FFI 2018-2020. Tiga kali menjadi ketua dan anggota juri Apresiasi Film Indonesia (AFI) Kemendikbud 2103, 2014, dan 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.