Langkah Konkret Priyanka Chopra Jadi Rekan Crocs dan Duta UNICEF

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Priyanka Chopra saat menghadiri premier film The Sky is Pink di Toronto International Film Festival 2019, Jumat 13 September 2019. (Hindustan Times/Arthur Mola/Invision/AP)

    Priyanka Chopra saat menghadiri premier film The Sky is Pink di Toronto International Film Festival 2019, Jumat 13 September 2019. (Hindustan Times/Arthur Mola/Invision/AP)

    TEMPO.CO, JakartaPriyanka Chopra bekerja sama dengan merek alas kaki Crocs dan menjadi duta PBB untuk anak-anak atau UNICEF. Dia mengawinkan dua fungsi ini dalam bentuk yang nyata.

    Aktris 37 tahun itu menyumbangkan sekitar 50 ribu pasang sepatu bagi anak-anak usia sekolah yang membutuhkan di negara Amerika Tengah. "Inisiatif ini sangat istimewa bagiku. Apa yang dimulai dari obrolan dengan Crocs mengenai perhatianku terhadap anak-anak, tumbuh bersama UNICEF," tulis Priyanka Chopra.

    Priyanka adalah Goodwill Ambassador untuk UNICEF selama lebih dari satu dekade. Priyanka mengatakan menjadi duta UNICEF membuat dia lebih bersyukur atas segala kenyamanan dalam hidupnya, mulai dari tempat berteduh, akses pendidikan, sampai pekerjaan.

    priyanka chopra di zimbabwe (instagram @priyankachopra)

    Pengalaman yang paling menyenangkan buat Priyanka Chopra adalah saat bertemu dengan anak-anak dan penyintas. "Terjun ke lapangan adalah momentum yang paling berkesan. Dari mereka saya bisa membantu mengadvokasi hak dan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia," ucap dia.

    "Rasanya sangat menyentuh karena saya bisa pergi ke tempat-tempat di mana anak-anak ini tidak memiliki suara atau tidak ada yang mendengarkan mereka," kata Priyanka Chopra. "Sebagai manusia, kita merasa menjadi sangat kerdil dan membuat kehidupan yang kita jalani sangat berpusat pada diri sendiri."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.