Atiqah Hasiholan Jadi Sutradara, Angkat Isu Soal HIV AIDS

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemutaran dan konfrensi pers film Positif karya Atiqah Hasiholan di Salihara. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Pemutaran dan konfrensi pers film Positif karya Atiqah Hasiholan di Salihara. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Positif menjadi debut pertama Atiqah Hasiholan sebagai sutradara. Di film tersebut Atiqah mengangkat isu tentang HIV AIDS.

    "Pengerjaannya kurang lebih tiga bulan, saya menulis skenario dan dibantu oleh teman-teman dari UNAIDS Indonesia. Untuk syutingnya hanya dua hari," ujar Atiqah di Salihara, Senin, 9 Desember 2019.

    Setelah menggarap film Positif, Atiqah menyadari betapa beratnya menjadi sutradara. Istri Rio Dewanto ini menganggap hal tersebut menjadi tantangan baru untuknya. Ia sampai tidak bisa tidur nyenyak lantaran terus memikirkan banyak hal di proyek film pertamanya ini. 

    Atiqah membuat film pendek berdurasi 15 menit, yang dibintangi oleh Della Dartyan dan Oka Antara. "Ini salah satu tools kita untuk campaign, ini bisa menjadi bahan diskusi, memang target kami meningkatkan kesadaran orang untuk tes HIV," tutur dia.

    Ke depannya, Atiqah tertarik untuk menggarap film berikutnya. Namun, ia mengatakan hanya akan menggarap film-film yang mengangkat isu yang ia pahami. Atiqah mengaku, belum tertarik menggarap film yang tidak sesuai dengan visi dan misinya.

    Film Positif bercerita tentang kehidupan seorang pengidap HIV AIDS. Di film tersebut diulas pemahaman tentang penanggulangan dan konseling untuk orang dengan HIV/AIDS.

    Berkat film ini, Aitqah pun didapuk menjadi duta AIDS PBB untuk Indonesia. Selama setahun penuh Atiqah akan menyuarakan kesetaraan dan penanggulangan untuk para pengidap AIDS di Indonesia.

    CHITRA_P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.