Album Baru ST 12

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: -- Setelah sukses dengan album perdananya, Jalan Terbaik, beberapa waktu lalu, ST 12 kembali meluncurkan album. Di bawah bendera label Trinity Optima Production, album kedua itu diberi judul P.U.S.P.A.Tajuk album itu bukanlah nama seorang perempuan, melainkan singkatan dari "putuskan saja pacarmu". "Ya, cara nulisnya beda biar orang-orang penasaran dan mencari tahu," ujar Charly, sang vokalis, saat peluncuran album keduanya tersebut. Lagu P.U.S.P.A dijagokan pada album yang beredar mulai Juli tersebut. Lagu ini bercerita tentang seorang pria yang mengagumi wanita cantik tapi sudah punya kekasih. "Ini termasuk lagu yang liriknya gue banget, dengan bahasa sehari-hari yang mengalir," ujarnya. Untuk klip videonya, sutradara Abimael Gandy menggaet Luna Maya. ST 12 awalnya dikenal lewat kemunculannya di acara musik televisi. Aliran musiknya bernotasi minor Melayu atau pop Melayu, terdengar seperti lagu-lagu Malaysia. Itu sejenis dengan aliran musik Kangen Band dan Wali. "Sejatinya musik seperti ini berciri Indonesia dan kami bangga, seperti Amerika dengan country-nya dan Brasil dengan budaya Sambanya," ujar Pepep, penggebuk drum. Awal berdiri pada 2005, ST 12 digawangi empat musisi, yakni Charly (vokal), Pepep (drum), Pepeng (gitar), dan Iman Rush (gitar). Di tengah persiapan rekaman, Iman Rush meninggal dan hingga kini posisinya tak digantikan. "Kami hanya pakai pemain cabutan untuk menggantikan posisi Iman," ujarnya.Mengawali promonya, ST 12 menggelar acara Ngamen Bareng untuk musisi jalanan di Bandung. "Acara ini mengajak 50 band, yang kebanyakan pengamen, untuk menyanyikan lagu-lagu ST 12," ujar Riski Utami, dari Trinity.Selain acara tersebut, ST 12 berencana mengibarkan sayap hingga negeri jiran Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. "Promo tur ke sana sedang dipersiapkan," ujarnya. AGUSLIA HIDAYAH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.