Agnez Mo: Kalau Gak Bangga, Mengapa Saya Selalu Bicara Indonesia

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnez Mo menggunakan aksesori khas Papua di video musik Diamonds (Instagram/@agnezmo)

    Agnez Mo menggunakan aksesori khas Papua di video musik Diamonds (Instagram/@agnezmo)

    TEMPO.CO, JakartaAgnez Mo kembali berbicara soal viralnya pernyataannya bahwa dia tidak berdarah Indonesia. Kepada Deddy Corbuzier, ia menyatakan, meski tidak memiliki darah Indonesia, ia bangga menjadi orang Indonesia.

    “Kalau kalau gue gak bangga sebagai orang Indoneia, mengapa saya selalu berbicara soal Indonesia di segala waktu,” kata Agnez Mo saat menjadi bintang tamu di program Podcast di kanal Youtube Deddy Corbuzier yang tayang pada Jumat, 29 November 2019.

    Perempuan 33 tahun ini merasa terluka atas pemberitaan dan kritikan yang ditujukan kepadanya setelah menyatakan tidak berdarah Indonesia. “Ini menyakitiku karena personal banget. Saya sebenarnya tidak perlu bicara kalau saya orang Indoensia tapi  hal ini terus saya kampanyekan,” katanya.

    Menurut Agnez, si pewawancara, yakni Kevan Kenney sudah beberapa kali mewawancarainya dan mengetahui bahwa dia memang orang Indonesia. “Karena dia tahu saya orang Indonesia, dia bertanya kenapa saya terlihat berbeda dari orang Indonesia lain, karenanya saya jawab, soal garis keturunan itu.”

    Dalam wawancara dengan Kevan Kenney untuk program Youtube Build Series yang tayang pada 22 November 2019, Agnez Mo menyatakan dia tidak memiliki darah Indonesia. Pernyataan ini menjadi viral hingga muncul banyak pro dan kontra.

    Ia menegaskan, soal garis keturunan, memang tidak ada darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya.  “Saya bicara jujur, memang tidak ada darah Indonesia, tapi ini negara saya,” ujarnya menegaskan.

    Agnez menunjukkan salah satu bukti kecintaannya terhadap negaranya saat ditanya Kenney perihal umpatan dalam bahasa Indonesia. “Saya tidak mau mengumpat dalam Bahasa Indonesia, artinya saya menghargai bahasa Indonesia karena saya nggak mau menggunakan kata-kata kotor dalam Bahasa Indonesia.” 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.