Disebut Mirip, Jerome Polin Buktikan Dia Bukan Syed Saddiq

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Malaysia Syed Saddiq disebut memiliki kemiripan dengan influencer Jerome Polin Sijabat. Foto: Instagram

    Menpora Malaysia Syed Saddiq disebut memiliki kemiripan dengan influencer Jerome Polin Sijabat. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Influencer Jerome Polin ikut kena getahnya saat Menpora Malaysia Syed Saddiq menjadi bulan-bulanan netizen Indonesia. Musababnya, Youtuber yang kerap menceritakan kehidupan mahasiswa Indonesia di Jepang ini berwajah mirip Syed Saddiq.

    Jerome mengklarifikasi saat Syed Saddiq membuat video bahwa pemukulan terhadap supporter Indonesia itu hoax dan kemudian meminta maaf itu. “Ini bukan aku ya gais,” kata Jerome saat mengomentari video permintaan maaf Syed Saddiq pada Sabtu, 23 November 2019.

    Tak cukup dengan menuliskan di kolom komentar, Jerome juga membuat unggahan video klarifikasi di akun Instagramnya. “Salam semuanya, nama saya Jerome Polin, saya bukan Menteri Olahraga Malaysia Syed Saddiq,” katanya memulai video pada Minggu, 24 November 2019.

    Jerome kemudian menambahkan dengan gayanya yang slengean. “Beda ya guys, beda guys, please ya guys beda, tolong ya, mantap jiwa,” ujarnya dengan irama yang ditekankan berbeda tiap menyebut kata beda.

    Pada keterangan di unggahannya, pemuda Batak yang lahir dan besar di Surabaya ini menegaskan banyak netizen yang menyebut namanya ketika merisak Syed Saddiq dengan maksud bercanda.  Jerome menyatakan, dia memiliki logat yang medok.

    “Saya medhok. Kalo gak medho artinya bukan saya,” tulisnya dengan menggunakan huruf kapital. 

    Jerome yang kerap berbalas pantun dengan Kaesang Pangarep di Twitter itu kemudian menyandingkan wajahnya dengan Syed Saddiq dan mengunggahnya di Instastorynya. Ia akhirnya menyadari wajahnya memang mirip dengan menteri berusia 26 tahun itu. 

    Perisakan terhadap Menpora Malaysia ini bermula ketika Syed Saddiq membuat video yang menyatakan video viral pemukulan suporter Malaysia terhadap suporter Indonesia pada 19 November 2019 adalah hoax. Video itu ia unggah pada Jumat, 22 Nobember 2019. 

    Setelah itu, muncul berbagai protes dari Kemenpora Indonesia yang menyatakan video itu benar adanya. Surat protes dikirimkan ke Syed Saddiq secara resmi. Bukannya membalas dengan surat resmi permohonan maafnya, Saddiq justru melakukannya melalui video di akun Instagramnya sehari kemudian. Alih-alih dimaafkan, ia makin dikecam lantaran tidak menjawab secara formil. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.