Festival Film Dokumenter 2019 Hadirkan Film Animasi Unik

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film dokumenter berjudul The Lipsett Diaries (2010) yang akan diputar pada Festival Film Dokumenter di Yogyakarta, 1 - 7 Desember 2019.

    Poster film dokumenter berjudul The Lipsett Diaries (2010) yang akan diputar pada Festival Film Dokumenter di Yogyakarta, 1 - 7 Desember 2019.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Film dokumenter tak melulu disajikan dalam bentuk audiovisual nyata. Untuk pertama kalinya, film dokumenter dalam bentuk animasi akan hadir dalam gelaran Festival Film Dokumenter atau FFD 2019 yang berlangsung di Yogyakarta Ahad sampai Sabtu, 1 - 7 Desember 2019.

    Khusus untuk film animasi dokumenter akan diadakan mulai 2 -7 Desember 2019 di Taman Budaya Yogyakarta dan IFI-LIP Yogyakarta. Venue keseluruhan Festival Film Dokumenter dipusatkan di Kedai Kebun Forum Yogyakarta.

    "Jika biasanya film dokumenter identik dengan menangkap pesan yang ditampilkan berdasarkan audiovisual kenyataan di lapangan, pada tahun ini kami menghadirkan tiga film dokumenter panjang dan empat film dokumenter pendek yang seluruhnya bersentuhan dengan bentuk animasi," ujar Programmer Festival Film Dokumenter 2019, Syifanie Alexander, Sabtu 23 November 2019.

    Film animasi dokumenter yang bakal digeber dalam ajang FFD 2019 ini adalah The Lipsett Diaries (2010). Film animasi tersebut mengajak penontonnya menyelami masa kecil Theodore Ushev selaku pembuat film ketika melalui masa-masa kelam dalam hidupnya.

    Poster film Still Born. IMDb

    Kemudian ada animasi Still Born (2014) karya Åsa Sandzén yang menceritakan duka seorang perempuan yang kehilangan bayinya yang sudah diramalkan tidak akan selamat sejak dalam kandungan. Ketiga karya Diana Cam Van Nguyen berjudul Apart (2018). Film ini menampilkan animasi live action yang mengajak penonton menyelam ke dalam pikiran tiga anak muda yang menunggu kematian.

    Ada pula film The Neighbours (2019) karya Martin Búil dengan bentuk komik bergerak. Film ini menceritakan masa lalu akan orang tua tokoh utama yang dieksekusi Revolutionary Guard saat Perang Dunia II. Sedangkan The State Against Mandela and the Others (2018) memadukan wawancara dengan saksi hidup, arsip suara persidangan, dan animasi untuk menyampaikan situasi di bawah rezim apartheid di Afrika Selatan.

    Poster film Felvidek: Caught in Between (2014) karya Vladislava Planíková.

    Adapun Felvidek: Caught in Between (2014) karya Vladislava Planíková menggunakan stop motion untuk menceritakan Felvidek, kampung halaman si pembuat film yang terjebak antara perpindahan wilayah Slovakia-Hungaria. Terakhir film berjudul Le Film de Bazin (2017) yang dibuat oleh Pierre Hébert, sineas asal Kanada. Hébert mencoba merealisasikan film yang telah dipersiapkan oleh André Bazin, seorang sutradara tersohor asal Prancis.

    Rangkaian pemutaran film dokumenter animasi ini adalah bagian dari program Spektrum dengan tema 'Membahas Realitas yang Tak Terbayangkan'. Tak semua film animasi dokumenter ini dapat disaksikan oleh semua golongan umur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!