Sejumlah Film Milenial Nan Menggelitik di Gala Premiere JAFF

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang memadati pembukaan JAFF di Empire XXI Yogyakarta, Selasa 19 November 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Ribuan orang memadati pembukaan JAFF di Empire XXI Yogyakarta, Selasa 19 November 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kemeriahan di ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2019 (JAFF) masih bergulir hingga sehari sebelum berakhirnya event itu pada Jumat petang 22 November 2019. Masih berpusat di Empire XXI, Yogyakarta, tiga film pendek karya sineas muda hasil seleksi ajang LA Indie Movie 2019 bergiliran diputar pada gala premiere di JAFF kali ini.

    Film-film itu adalah Konspirasi Gaib, #Instalie, dan Nasintel. Tiga film pendek itu diputar sebagai Special Program JAFF. Pemutaran film dimulai pukul 16.30-17.15 WIB lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

    Dari sesi tanya jawab itu lantas terbongkar 'dapur' bagaimana inspirasi film itu diperoleh dan tak terduga. Misalnya film Nasintel yang merupakan kepanjangan dari Nasi Goreng Intel.

    Film ini bercerita tentang dua agen rahasia yang menyamar sebagai tukang nasi goreng untuk menjalankan misi mengintai gudang yang disinyalir jadi tempat penyimpanan narkoba. Namun, seorang influencer terkenal mengacaukan rencana itu ketika mereview nasi goreng mereka dan membuatnya menjadi viral.

    Siapa sangka, film Nasintel yang diproduseri Adhyatmika dengan sutradara Vince Lee itu terinspirasi dari pengalaman nyata saat Indonesia sedang ramai tagar #ReformasiDikorupsi September 2019 lalu.

    Saat itu, sejumlah mahasiswa di sebuah kampus di Depok secara tak sengaja menjumpai penjual sekoteng 'aneh' karena masih berjualan di area kampus menjelang petang. Padahal seharusnya kawasan kampus itu sudah tertutup alias bebas pedagang.

    Benar saja, setelah ada mahasiswa iseng berlagak membeli dan mengintip gerobak Sekoteng itu, di dalamnya terlihat perangkat komunikasi handy talky atau HT yang biasa dibawa seorang intelijen.

    "Ada pengalaman menyenangkan dalam membuat film ini karena saya berkolaborasi dengan produser peofesional, filmmaker muda lainnya, juga crew dan pemain. Benar benar pengalaman berharga tentang bagaimana proses menyatukan visi dalam pembuatan suatu film," ujar Vince Lee.

    Adapun produser #Instalie, Ifa Isfansyah yang juga Direktur JAFF menuturkan dalam film kolaborasi yang dibuatnya dengan sutradara Luthfi Dzulfikar, ia benar benar mendapat kesenangan dan pengalaman baru. Apalagi naskah film ini diambil dari kehidupan dan perspektif anak muda.

    “Menggabungkan dua generasi di dunia film akan selalu memiliki sesuatu yang menarik, terlebih masing-masing generasi mempunyai perspektif yang berbeda, dan setiap generasi juga memiliki tantangannya tersendiri,” ujar Ifa yang senang berkolaborasi dengan para filmmaker muda dalam proses pembuatan film itu.

    Instalie sendiri mengisahkan Haikal, seorang fotografer dan juga pacar dari Laras, seorang selebgram. Sebagai seorang Instagram boyfriend, ia setia memotret untuk Laras dan membantunya menjadi influencer yang semakin tenar.

    Suatu hari, Laras mendapat undangan untuk menghadiri pesta perayaan subscriber seorang YouTuber ternama. Sebuah pertemuan dengan seorang perempuan misterius di pesta tersebut akhirnya menguji hubungan Haikal dan Laras, dan berakhir membuat hidup mereka porak poranda.

    Sedangkan film Konsipirasi Gaib mengisahkan tokoh Wowo dan Cong, sepasang makhluk gaib berwujud Gendruwo dan Pocong yang tengah resah karena eksistensinya semakin menurun. Suatu malam mereka memutuskan menakuti Budi, seorang influencer yang sedang asik menonton Youtube di rumahnya, agar mereka berdua menjadi viral dan kembali ditakuti banyak orang.

    Arie Kartikasari, Content Manager Viddsee Indonesia mengatakan tiga film pendek di JAFF itu mulai tayang pada 23 November secara serentak melalui dua digital platform yakni iflix dan Viddsee agar masyarakat luas dapat langsung menontonnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.