Deddy Corbuzier pada Novel Baswedan: Masalah Lo Gak Habis-habis

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyatakan siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ke ranah internasional misalnya pada kongres parlemen di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyatakan siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ke ranah internasional misalnya pada kongres parlemen di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta -Deddy Corbuzier berbincang dengan Novel Baswedan, penyidik KPK. Obrolan yang Deddy unggah di saluran Youtube-nya, membicarakan soal penyerangan terhadap Novel, yang hingga saat ini belum terungkap.

    "Ini menarik bicara soal Novel Baswedan, masalah lo enggak habis-habis, kayaknya kena melulu. Yang paling lucu mata lo dibilang setingan pakai soft lens," tutur Deddy, Kamis, 21 November 2019.

    Novel pun membuktikan jika mata kirinya benar-benar rusak dengan mengorek menggunakan cotton bud di hadapan Deddy. Sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini membuktikan jika ia tidak mengenakan lensa kontak seperti yang dituduhkan oleh politikus PDIP, Dewi Tanjung.

    Novel berujar, perbaikan mata kirinya menggunakan jaringan gusi dan giginya untuk menopang penglihatannya. Walaupun mata kiri Novel tampak lebih rusak, ternyata fungsi penglihatannya lebih baik dibanding mata kanannya.

    Ia pun mengenakan hardlens di mata kanannya untuk menopang pengelihatannya yang kabur akibat disiram air keras. Hardlens tersebut membantu meratakan gelombang di selaput matanya, akibat penyiraman itu. "Kalau hardlens saya lepas, pandangan lebih kabur lagi." ujar dia.

    Atas tuduhan penyiraman yang dilakukan kepadanya adalah kabar bohong, Novel pun hanya tersenyum dan tidak mau menanggapi lebih lanjut. Menurutnya, tuduhan yang dilayangkan kepadanya merupakan penghinaan terhadap banyak profesi. Seperti para pejabat dan polisi yang menjenguknya, juga para dokter yang telah berupaya mengembalikan pengelihatannya.

    Novel tidak mau banyak menanggapi atas tuduhan Dewi tersebut, menurutnya tuduhan yang dibuat oleh Dewi merupakan pengalihan isu. "Saya enggak mau tanggapi orang ini, saya mau ingatkan kasus saya harus diungkap. Semakin lama semakin membuat orang berani berbuat seperti itu (penyerangan) lagi. Itu bahaya sangat berbahaya," tutur Novel.

    Penyidik KPK ini, terus memperjuangkan agar kasusnya terungkap, ia ingin tidak ada lagi kejadian seperti dirinya terjadi. "Di KPK lebih dari 10 kasus serangan enggak diungkap, saksinya banyak, dipublikasikan, dilaporkan, tidak ada yang ketangkap, ini yang mengkhawatirkan," ujar Novel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!