Warna-warni Chori

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, : Sepasang anak muda tergambar dengan latar gedung-gedung tinggi bertingkat layaknya kota metropolitan. Sebuah lambang hati merah bermotif garis-garis terdapat di bagian kiri bawah mereka. Sementara, di sebelahnya, seekor ikan dilukiskan berkepala warna biru dengan badan kuning. Adapun mata ikan terdiri atas tiga warna: jingga, cokelat, dan hijau. Itulah imaji yang tersaji dalam lukisan karya Choirijatun yang berjudul Ein Paar Metropolitan. Lukisan berukuran 50 x 60 sentimeter itu dipamerkan bersama 24 lukisan lainnya karya Choirijatun dalam pameran tunggal bertajuk "The Colour Opening World", yang berlangsung sejak 25 Juni hingga 5 Juli di Galeri Nasional, Jakarta. Kaya warna. Dua kata itulah yang tepat untuk menggambarkan karya Chori--panggilan Choirijatun--secara keseluruhan. Selain ikan dan matanya yang diwarnai berbeda-beda, gedung-gedung yang menjadi latar diberi berbagai rasa warna, seperti jingga, cokelat, kuning, dan hijau. Lukisannya yang bergaya pop art semakin enak dipandang oleh kombinasi warna-warni itu. Selain kekayaan warna, Chori tampil dengan ciri khas lainnya, yaitu ikan. Menurut Chori, lambang ikan diambilnya dari kota asalnya, yaitu Surabaya. Kota itu terdiri atas dua kata, yakni suro (ikan) dan boyo (buaya). "Buayanya di darat. Saya takut," ujar Chori, sembari tertawa, menyatakan alasan tidak menggunakan lambang buaya. Chori adalah seniman yang berkarier di Jerman. Sejak 2000, ia menetap di Dusseldorf dan telah berpameran di beberapa negara lain, seperti Uni Emirat Arab, Italia, dan Rusia. Selain melukis, Chori dikenal lewat karya-karya patungnya. "Abu Dhabi dan Dusseldorf sudah menawarkan dua proyek patung untuk aku," ujarnya kepada Tempo. Pameran di Galeri Nasional ini adalah pameran tunggal pertamanya di Jakarta. Sebelumnya, Chori hanya pernah menggelar pameran tiga kali, yang semuanya di Surabaya, yakni Hotel Novotel, Hotel Majapahit, dan Garden Palace. "Ini aku persembahkan bagi dirgahayu Kota Jakarta," ujar perempuan yang bersuamikan orang Jerman, Jurgen Walker Weber, ini. Ikan, bagi Chori, punya makna mendalam. "Semakin menyelam semakin dalam, itulah hidup ini yang penuh petualangan," ujarnya. Imaji ikan tersaji dalam beberapa lukisan lainnya, seperti Rose, Lady Reiten Fisch, dan Selingkuh. Sayangnya, pada lukisan Rose, sosok ikan tampil jauh dari konteksnya yang menggambarkan mawar-mawar di dalam pot. Selain ikan sebagai ciri khasnya, Chori selalu menampilkan sosok wajah dalam dua warna yang terbelah secara vertikal. Belum lagi latar lukisannya yang kaya warna dan ditampilkan dalam bentuk kotak-kotak. Hal itu bisa dilihat pada lukisannya yang berjudul Elefant, Dragon, Akrobat, dan Primadona. Masing-masing kotak diberi warna berbeda dengan berbagai motif, seperti garis-garis atau lingkaran.Bagi Chori, kekayaan warna itu melambangkan kegembiraannya dalam berkarya. "Dalam kehidupan, sisi hitam ataupun ijo sudah biasa," ujar ibu Sascha ini. Adapun wajah yang digambarkannya selalu dalam dua warna, mengandung arti sifat manusia yang memiliki dua sisi. "Kehidupan itu ada baik dan buruknya. Kadang kita tahu kebaikan orang, tapi tidak tahu sisi buruknya," kata Chori. tito sianipar

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.