Frozen 2, Asal Mula Sihir Elsa dan Anna yang Kian Dewasa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trailer Frozen 2 ini tayang enam tahun sejak film pertamanya dirilis.

    Trailer Frozen 2 ini tayang enam tahun sejak film pertamanya dirilis.

    TEMPO.CO, JakartaFrozen 2 akan tayang di Indonesia mulai Rabu, 20 November 2019. Dalam cerita seri kedua ini, penonton diajak bertualang ke sejarah kekuatan sihir milik Elsa dan kisah kelam keluarganya.

    Film Frozen 2 ini disutradarai oleh Jennifer Lee dan Chris Buck. Film ini mengisahkan kehidupan di Kerajaan Arandelle setelah tiga tahun Elsa menajadi ratunya. Tentu ada adiknya, Anna, Kristoff, Olaf, dan Sven, di sisi Elsa.

    Satu ketika, Elsa mendengar suara-suara misterius. Hanya dia yang bisa mendengar suara yang terus-menerus memanggilnya itu. Elsa kemudian menceritakan perihal suara tersebut kepada Anna.

    Dari sini petualangan dimulai. Elsa nekad meninggalkan Kerajaan Arandelle untuk mengungkap segala misteri. Penampilan Elsa dan Anna dalam film Frozen 2 kian dewasa. Ini terlihat dari busana dan makeup pada para tokohnya. Ditambah lagi kegalauan Kristoff saat akan melamar Anna.

    Frozen 2 mengeksplorasi alasan mengapa Elsa terlahir dengan kekuatan mistis yang kini mengancam kerajaan.

    Film Frozen 2 mengungkap semua tanya yang terbersit dalam film Frozen sebelumnya. Rasa penasaran bagaimana Elsa bisa mendapat kekuatan sihir es, kenapa orang tua mereka mengarungi lautan dan akhirnya meninggal, sampai seluk beluk Kerajaan Arandelle, terjawab di Frozen 2.

    Jangan lupakan karakter Olaf yang begitu menghibur sejak awal muncul. Olaf yang menjadi wujud nyata cinta kakak beradik Elsa dan Anna ini mampu memancing tawa dengan gaya kocaknya. Olaf-lah yang menyelamatkan film Frozen 2 agar tetap menyenangkan disaksikan anak-anak.

    Selain empat karakter tadi, kenali juga beberapa tokoh baru di Frozen 2, yakni Queen Iduna dan Lieutenant Destin Mattias. Makin penasaran bukan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.