Cedera Lutut, Alasan Ridwan Kamil Bangun Kolam Renang Rp 1,5 M

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyerahkan daftar alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 kepada para kepala daerah, termasuk ke Gubernur Jawa Barat,  Ridwan Kamil, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 14 Nopember 2019.

    Presiden Joko Widodo menyerahkan daftar alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 kepada para kepala daerah, termasuk ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 14 Nopember 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membuat pernyataan terkait penambahan kolam renang di rumah dinasnya di Gedung Pakuan, Bandung. Pengajuan pembuatan kolam renang itu disebabkan kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk melakukan olah raga lain selain berenang.

    "Karena saya memiliki cedera lutut dan dokter menyarankan agar tidak berolahraga lari atau olahraga motorik impact. Disarankan rutin tiap hari terapi berenang saja. Agar bisa fit, bugar dan sehat menjalani tugas dalam wilayah seluas Jawa Barat ini, " tulis Ridwan di Instagramnya pada Jumat, 15 November 2019.

    Ridwan mengusulkan kepada Biro Umum untuk membuat kolam renang tersebut dengan ukuran 3-4 meter agar dirinya tetap bisa berolah raga. "Itulah kenapa dalam cicilan renovasi rutin tahunan, saya mengusulkan kepada biro umum untuk membuat kolam renang yang kotak secukupnya dengan lebar 3-4 m agar Gubernur bisa tetap olahraga kardio berbentuk renang. Karena saya dilarang dokter berolahraga lari, tenis, basket dan olahraga motorik lainnya," tulis Kang Emil, sapaan akrabnya.

    Pembuatan kolam renang di Gedung Pakuan ini ramai dibincangkan masyarakat. Sebagian menilai pembangunan kolam miliaran rupiah ini tidak peka dengan kondisi ekonomi masyarakat Jawa Barat yang sebagian masih hidup kesusahan. Apalagi, bila dibandingkan dengan nilai UMP Jawa Barat pada 2020 sebesar Rp 1,8 juta atau tak sampai separo dari DKI Jakarta sebesar Rp 4,2 juta. 

    Kang Emil menuturkan, pembangunan kolam renang ini merupakan kelanjutan dari renovasi yang dilakukan sebelumnya. Bagian yang direnovasi adalah area bersejarah dan terbengkalai serta penambahan fasilitas sarana olahraga.

    Ridwan juga menegaskan bahwa alasan melakukan renovasi terhadap gedung tersebut karena usianya sudah ratusan tahun. "Gedung Pakuan itu luas sekali sekitar 2,3 Ha dengan usia sangat tua mendekati 200 tahun," tulis Ridwan. Dia juga mengatakan bahwa setiap tahunnya memang sudah dicicil untuk melakukan renovasi. "Saking luasnya, Biro Umum melakukan cicilan-cicilan renovasi setiap tahun," tulis suami Atalia Praratya ini menjelaskan.

    Ridwan juga menjelaskan apa saja yang sudah pernah dilakukan Biro Umum dalam merenovasi gedung tersebut. Fasilitas yang ada tersebut juga digunakan untuk warga sekitar dalam melakukan aktivitasnya. "Biro Umum terdahulu membangun masjid besar yang bisa dipakai salat Jumat bersama warga. Dan Biro Umum selanjutnya membangun zona olahraga berupa Gedung Olahraga berisi lapangan tennis, basket, untuk para penghuni juga warga sekitar," tulis Ridwan.

    Pemerintah Jawa Barat menganggarkan untuk Revitalisasi Halaman Belakang Gedung Pakuan ini dengan anggaran sebesar Rp 4,656 miliar saat lelang yang diumumkan pada 16 Agustus 2019. Lelang dinyatakan selesai pada 2 Oktober 2019 dengan nilai kontrak Rp 4,116 miliar.

    Disinyalir untuk pembuatan kolam renang saja membutuhkan dana sebesar Rp 1,5 miliar. Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Jawa Barat Iip Hidajat mengatakan anggaran tersebut bukan hanya untuk membangun kolam renang saja, namun juga untuk penataan taman, kolam ikan, dan lainnya.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.