Banyak yang Nyinyir Bikin Anies Baswedan Ubanan?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah membaca buku setelah membuka Ruang Baca di MRT Jakarta pada Ahad, 8 September 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah membaca buku setelah membuka Ruang Baca di MRT Jakarta pada Ahad, 8 September 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rambut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai memutih. Hal ini menjadi bahan sorotan presenter Deddy Corbuzier saat mengundangnya menjadi bintang tamu di program Podcastnya yang tayang di akun Youtubenya pada Kamis, 14 November 2019. 

    "Bro jadi gubernur uban makin banyak nih," ucap Deddy menggodanya. "Terakhir ketemu, kayaknya rambut belum seputih ini," ujarnya seraya terbahak. 

    Anies pun menanggapi pertanyaan itu dengan tertawa dan berkata, "Ini sih masih mending. Yang lain udah putih semua."

    Deddy menyoal banyak yang menyerang kebijakan Anies. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, ia justru merasa berterima kasih kepada para penyerangnya. "Saya terima kasih, begitu banyak yang mikirin. Aku kalau ketemu itu santai, kadang-kadang yang ketemu yang kikuk," jawabnya. 

    Dalam video berdurasi 30 menit, Deddy menanyakan soal lem Aibon dan dilaporkannnya suami Fery Farhati ini ke KPK. Anies pun blak-blakan ke Deddy soal dua hal tersebut, ia pun mencoba meluruskan hal-hal yang menjadi simpang siur di masyarakat.

    Kepada Deddy, Anies berujar permasalahan tersebut ia temukan sejak ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, ia tidak mau menggembar gemborkan masalah tersebut. Anies memilih untuk diam dan membenahi masalah pemasukan data anggaran itu.

    Ketika melihat masalah itu, Anies berujar memanggil anak buahnya untuk menjelaskan masalah tersebut. Anies mencoba memberi solusi dengan melakukan pembaharuan aplikasi, sehingga aplikasi dapat menolak pemasukan data yang tidak masuk akal, seperti lem Aibon ini.

    Pembuatan aplikasi tersebut, kata Anies sudah dikembangkan sejak 2018 lalu. "Kalau saya mau jadikan komudias politik, bisa saja ini saya gembar gembor menenukan masalah dari pemimpin sebelumnya. Saya memilih diam, dan saya upgrade aplikasinya," tutur Anies.

    Menurut Anies, ia akan merasa bersalah jika tidak melakukan apapun untuk perbaikan ke depannya. "Tidak ada hal salah yang saya kerjakan dalam urusan ini, Insya Allah yang saya kerjakan benar," ujar Anies. Ia pun menambahkan tidak masalah jika dituding apapapun di media sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.