Ernest Prakasa: Gue Enggak Enjoy Jadi Aktor

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi pembicara dalam Kelas Skenario untuk Pemula di Ruang & Tempo, Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam kelas ini, peserta diberikan materi membuat premis cerita, menciptakan karakter yang kuat, dan menyusun plot menggunakan metode

    Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi pembicara dalam Kelas Skenario untuk Pemula di Ruang & Tempo, Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam kelas ini, peserta diberikan materi membuat premis cerita, menciptakan karakter yang kuat, dan menyusun plot menggunakan metode "8 sequnce". TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Ernest Prakasa lebih menikmati perannya sebagai penulis skenario dan sutradara dibanding menjadi aktor. Meurut dia, pekerjaan di balik layar lebih menantang daripada muncul di depan kamera dan berlaga.

    "Setelah menjalani profesi aktor itu gue enggak enjoy. Gue lebih menemukan passion di balik layar," kata Ernest Prakasa di Jakarta, Jumat 8 November 2019. Sutradara film Cek Toko Sebelah itu mengatakan jika dia sampai muncul sebagai pemain, maka itu terjadi karena tidak sengaja atau kepepet.

    Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa. TEMPO/Nurdiansah

    Ernest Prakasa sadar diri kalau kemampuan beraktingnya jauh dibandingkan aktor papan atas seperti Reza rahadian. Sebab itu, dia memilih mengasah kemampuan di bidang lain. "Harus fokus pada kekuatan kita daripada membuat waktu dan tenaga untuk hal-hal yang kita tahu di situ kayaknya enggak bakal ke mana-mana kariernya," kata Ernest.

    Pria 37 tahun ini tak ingin menjadi mediocre alias orang yang biasa-biasa saja dalam satu bidang. Penyataan ini disampaikan Ernest Prakasa sekaligus memotivasi agar orang menemukan potensi diri yang mampu membuatnya berkembang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.