Gibran Rakabuming Jokowi: Orang Kantoran Makan Siangnya di Warteg

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat tiba untuk menemui Ketua Umum PDI Perjuangan di kediaman Megawati Soekarno Putri, Jl Teuku Umar, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Putra Sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat tiba untuk menemui Ketua Umum PDI Perjuangan di kediaman Megawati Soekarno Putri, Jl Teuku Umar, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Jadi bagian dari keluarga Presiden Jokowi bukan berarti harus meninggalkan kebiasaan hidup sederhana. Hal tersebut yang dilakukan oleh putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming. Dia mengaku senang makan di warteg dan melihat adanya potensi binis yang bagus di sana.

    "Sampai sekarang saya masih makan di warteg. Nama warteg tidak bisa dihilangkan karena sudah menjadi budaya kita," kata Gibran di Ancol, Minggu, 10 November 2019. "Orang berdasi, orang rapih kerja kantoran itu makan siangnya di warteg."

    Warteg merupakan singkatan dari warung Tegal. Kedai makanan sederhana yang menyediakan berbagai macam lauk pauk yang enak di lidah dan ramah di kantong. Dari situ, Gibran Rakabuming melihat peluang bisnis dan dia meyakini makanan kaki lima Indonesia bisa mendunia.

    Dalam acara Pikniknye Wahyoo: Warungku Pahlawanku, Gibran Jokowi mengingatkan pentingnya standar pada menu dan pelayanan makanan yang enak dan sehat. Gibran Rakabuming adalah salah seorang investor dari aplikasi Pikniknye Wahyoo: Warungku Pahlawanku.

    Gibran Rakabuming Raka menunjukkan minuman racikannya di sela peresmian Goola X Mangkok Ku di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Wahyoo merupakan aplikasi yang fokus dalam digitalisasi dan modernisasi warung makan. Perusahaan ini didirikan pada 2017 oleh Peter Shearer. Tujuannya, membatu pengusaha mikro untuk mengefisiensikan dana dan meningkatkan keuntungan warung makan.

    Untuk meningkatkan potensi tersebut, Gibran Rakabuming mengatakan masih ada beberapa hal yang harus dibenahi. Di antaranya standar kebersihan dan pengolahan makanan di warung serta pelayanan yang membuat pelanggan betah dan kangen untuk kembali.

    Melalui Wahyoo, Gibran Jokowi melanjutkan, akan memudahkan para pengusaha mikro untuk mengelola bisnisnya dengan cerdas. Hingga kini, sudah terdftar 12 ribu rekan Wahyoo dari target 50 ribu warteg atau warung makan.

    CHITRA PARAMAESTI | NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.