Lahir Saat Maulid Nabi, Jadi Alasan Via Vallen Pulang Kampung

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Via Vallen. Instagram/@viavallen

    Via Vallen. Instagram/@viavallen

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dangdut Via Vallen menuturkan ia selalu pulang ke Sidoarjo untuk ikut merayakan Maulid Nabi Muhammad. "Meskipun cuma sehari, buat ikut merayakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di musala kampung," tulisnya saat mengunggah yang memperlihatkan kemeriahan keluarga besarnya merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad.

    Via yang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Penyanyi Dangdut Solo dan Lagu Terpopuler di ajang Indonesian Dangdut Awards 2019 ini menjelaskan alasannya merasa nyaman merayakannya di kampung halaman. "Buat aku, Maulid Nabi itu sangat bermakna, sholawatandan suasananya emang lebih dapet kalau di kampung," ujarnya 

    Pemilik nama asli Maulidia Octavia ini punya alasan khusus lain mengapa harus pulang kampung saat memperingati 'mauludan'. "Aku lahirnya pas Maulid Nabi juga," ucapnya sambil menyematkan emotikon tersenyum. 

    Unggahan Via ini disukai lebih dari 235 ribu netizen. Lebih dari 1.400 komentar meramaikan unggahan tersebut. Kebanyakan menceritakan pengalaman khusus saat merayakan Maulid Nabi. "Asik banget Mbak, jadi rindu keluarga di kampungku," tulis @indah_saftr. 

    Tapi, ada juga yang mengingatkan bahwa seharusnya merayakan kelahiran Nabi tidak hanya ditunjukkan dengan makan-makan seperti yang terlihat dalam unggahan Via. "Maulid Nabi sama dengan hari makan-makan, padahal Kanjeng Nabi sendiri tidak pernah maulidan," kata Ki Ageng Bagus Wonoboyo. 

    Oleh Via, komentar ini dibalas dengan agak pedas. "Isinyaya gak makan-makan saja Paaaak, kita diba'an, sholawatan, baca doa juga. Setiap orang punya cara masing-masing untuk menunjukkan kecintaannya kepada nabinya dan tradisi ini sudah ada sejak saya kecil, jadi positive thinking aja ya, Pak."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.