Kemenpar dan Bekraf Bersatu, Lukman Sardi: Banyak Terobosan Out

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri:  Duta Piala Citra 2019, Chicco Jericho, Tara Basro bersama sutradara Nia Dinata dan Ketua Komite FFI Lukman Sardi saat menghadiri peluncuran dan konferensi pers Festival Film Indonesia 2019 di Jakarta, Senin malam, 23 September 2019.  Malam pengumuman nominasi dan eksebisi Piala Citra 2019 akan berlangsung pada bulan November 2019 mendatang.TEMPO/Nurdiansah

    Dari kiri: Duta Piala Citra 2019, Chicco Jericho, Tara Basro bersama sutradara Nia Dinata dan Ketua Komite FFI Lukman Sardi saat menghadiri peluncuran dan konferensi pers Festival Film Indonesia 2019 di Jakarta, Senin malam, 23 September 2019. Malam pengumuman nominasi dan eksebisi Piala Citra 2019 akan berlangsung pada bulan November 2019 mendatang.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018-2020, Lukman Sardi memiliki pandangan positif mengenai bergabungnya dua lembaga tersebut. Ia mengatakan film di Indonesia dapat menarik pariwisata dan juga ekonomi kreatif.

    Menurut Lukman, sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf, akan menghasilkan terobosan baru yang luar biasa. "Film bisa jadi event pariwisata sekaligus pengembangan ekonomi kreatif, kalau saya bertemu Mas Tama dan Mbak Angela saya ingin sampaikan itu," ujar dia saat datang ke Tempo, Rabu, 6 November 2019.

    Lukman menilai, jika dilihat dari latar belakang menteri dan wakilnya, keduanya adalah anak muda yang memiliki terobosan baru untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia pun berharap terobosan tersebut dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

    Dalam penyelenggaraan FFI, Lukman mengaku selalu mendapat dukungan dari Bekraf. Saat bergabung dengan Kemenpar, ia berharap program positif Bekraf akan terus berlanjut. "Setahu saya hingga saat ini deputi dari Bekraf masih orang yang sama," kata dia.

    Penyelenggaran FFI tahun ini, Lukman juga menghadirkan terobosan baru, untuk mendekatkan festival film bergengsi ini ke masyarkat. Aneka kegiatan yang melibatkan masyarakat antara lain 'menjadi sutradara mendadak', parade para pemain film, sampai skoring film. Aktivitas itu rencananya dilakukan di beberapa stasiun MRT dan ruang publik lainnya.

    Ide 'menjadi sutradara dadakan' dalam FFI 2019, didapatkan lukman saat melihat London Phihamonic  yakni memperkenalkan musik klasik pada anak muda di sana.. Dalam kegiatan yang dibuat FFI, akan ada beberapa pemain yang mengikuti arahan seorang sutradara dadakan. Dengan begitu, masyarakat tahu bagaimana proses pembuatan film dengan segala pernak-perniknya.

    Menurut Lukman, kegiatan yang melibatkan masyarakat akan meningkatkan potensi pariwisata dari wisatawan lokal. FFI sedang mengusahakan untuk membuat festibal film yang diselenggarakan beberapa hari. Selain menampilkan penghargaan kepada sineas, ia juga ingin adanya edukasi tentang industri perfilman ke masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.