Film Ratu Ilmu Hitam, Hannah Al Rashid: Mual atau Jijik, Gak?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konfrensi pers film Ratu Ilmu Hitam di Epicentrum XXI Jakarta. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Konfrensi pers film Ratu Ilmu Hitam di Epicentrum XXI Jakarta. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Hannah Al Rashid menanyakan reaksi penonton seusai menonton film Ratu Ilmu Hitam yang dibintanginya dalam konferensi pers di Epicentrum XXI. "Mual enggak? Jijik Enggak? kalau iya, berarti kami berhasil," ujar dia Senin, 4 November 2019.

    Dalam proses produksinya, Hannah mengaku syuting film ini paling berat dibandingkan yang lainnya. Bahkan, tangannya sempat sobek lantaran memukul timpu begitu kerasnya saat adegan anaknya disakiti.

    Menurut Hannah, keluarga yang dibentuk dalam Ratu Ilmu Hitam ini menyentuh perasaannya. Ia begitu emosional ketika salah satu anaknya di film ini disakiti. Bahkan sampai saat ini ia masih merasakan hal tersebut.

    Di Ratu Ilmu Hitam, Hannah berperan sebagai ibu dari tiga orang anak. Ia mengatakan hingga saat ini emosinya bisa terpancing jika hal-hal yang mengerikan dialami oleh Zara, Ari, dan Muzzaki.

    "Pas ngeliat Ari muntah paku, kelabang, dan teriak mama, gue masih kepancing emosinya. Itu gila sih, kami ngebangun keluarga yang real di film ini," tuturnya. Ia berpasangan dengan Ario Bayu yang berperan sebagai suaminya.

    Film yang akan tayang dalam beberapa hari ke depan ini, menghadirkan kengerian yang tidak biasa dari film horor lainnya. Sutradara Kimo Stamboel mengaku bereksperimen dengan ketakutan para pemainnya.

    Kimo juga membebaskan para pemainnya untuk mengeksplorasi kengerian yang dapat dirasakan. "Banyak hal-hal yang enggak ada di set, seperti kelabang, untuk gue merangsang mereka, gue liatin real kelabang, atau kalau lo disakiti rasanya begini," tutur Kimo.

    Ratu Ilmu Hitam pertama kali dibuat pada 1981. Film garapan Kimo Stamboel dan Joko Anwar kali ini berbeda dengan film sebelumnya. Ada benang merah yang mengaitkan dua film tersebut, namun mereka mengemasnya dengan cara yang berbeda. Film ini akan  tayang pada 7 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.