Bali Macet, Jerinx SID Salahkan Pemerintah

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jerinx SID. (Instagram - @jrxsid)

    Jerinx SID. (Instagram - @jrxsid)

    TEMPO.CO, JakartaJerinx SID mengunggah beberapa foto dan video kemacetan di Bali. Salah satu yang ia unggah adalah foto betapa kacaunya lalu lintas di daerah Canggu. Di foto tersebut terlihat panjangnya antrean kendaraan memadati jalanan.

    "Jalur Canggu-Kerobokan sehari-hari, solusinya? Tekan penguasa untuk segera mereklamasi Teluk Benoa agar Bali selatan makin padat dan orang gila yang hidupnya tua di jalan pun meningkat. Jakarta bisa masak Bali ndak bisa? Semangat Baliku kiamat 2020," tulis Jerinx dalam unggahannya, Senin, 28 Oktober 2019.

    Unggahan drummer Superman Is Dead tersebut merupakan sindiran kepada pemerintah Bali. Menurutnya, wilayah Bali semakin padat penduduk dan kendaraan, sehingga kemacetan yang dialami begitu luar biasa.

    Kemudian, jika pemerintah meloloskan proyek reklamasi Teluk Benoa, selain merusak ekosistem laut selatan Bali, juga akan menyebabkan meningkatnya kepadatan penduduk di sana.

    Jerinx pun mengunggah video dia di dalam mobil, menikmati kemacetan jalanan di Bali. "Gimana para pejabat bisa merasakan nggak, enaknya kena macet? Kalau ke mana-mana selalu dikawal polisi pemecah macet dengan sirinenya yang memekakkan telinga," tulis dia.

    Jerinx merupakan salah satu seniman Bali yang menyuarakan dengan keras penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa. Kerasnya penolakan Jerinx, juga menyebabkan SID tidak diajak manggung oleh Soundrenaline.

    Ia menuturkan, kesengajaan Soundrenaline tidak mengajak bandnya untuk tampil, lantaran mengikuti sebuah perintah. "Sudah dikonfirmasi ke orang Soundrenaline-nya, itu perintah dari atas, tapi bukan tuhan," tutur Jerinx.

    Suami Nora Alexandra ini mengaku tidak gentar dengan penolakan yang dilakukan oleh Soundrenaline. "Karena atitude seperti ini tidak boleh dikekalkan, sebagai korporat, harusnya lebih dekat dengan isu grassroot, yang mengkonsumsi rokok Sampoerna kan banyaknya grassroot," tutur Jerinx.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.