Syuting Perempuan Tanah Jahanam, Joko Anwar Berhalusinasi

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara Joko Anwar (tengah), aktris Asmara Abigail dan Aming (kanan) saat menghadiri peluncuran Festival Film Indonesia 2019 di Jakarta,Senin malam,  23 September 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Sutradara Joko Anwar (tengah), aktris Asmara Abigail dan Aming (kanan) saat menghadiri peluncuran Festival Film Indonesia 2019 di Jakarta,Senin malam, 23 September 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara Joko Anwar sempat jatuh sakit saat melakukan proses produksi film Perempuan Tanah Jahanam. Ia dinyatakan sakit demam berdarah yang membuatnya harus beristirahat lebih dari satu pekan.

    "Jadi, waktu syuting Perempuan Tanah Jahanam saya kena demam berdarah diopname 8 hari di Bangil. Syuting libur 8 hari," tulis dia dalam cuitannya di Twitter, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Jatuh sakitnya Joko membuat proses syuting sempat terkendala. Hal ini menyebabkan ongkos produksi yang meningkat, lantaran untuk mengakomodasi perpanjangan sewa alat dan kru.

    Ia pun sempat memaksakan dirinya untuk syuting. Tapi di tengah syuting ia sempat berhalusinasi melihat Tara Basro menjadi tiga. "Kru maksa saya mau masuk rumah sakit. Kameranya diumpetin. Hahha," kata Joko.

    Perjuangan Joko Anwar dalam pembuatan film Perempuan Tanah Jahanam terbayar dengan jumlah penonton yang begitu tinggi di hari pertama tayang. Film tersebut, mendapatkan 117 ribu penoton di penayangan perdananya. Hal ini melebihi target yang ditetapkannya 100 ribu penonton. Tentunya Joko begitu senang dengan pencapaian baru yang ia raih.

    "Terima kasih, teman-teman! Penonton Opening Day #PerempuanTanahJahanam melebihi target kami dan lebih tinggi dari film horor saya sebelumnya Pengabdi Setan! Terima kasiiih," tutur Joko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.