Sulli Meninggal, Kilas Balik 15 Tahun Karier Si Giant Baby

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Korea Sulli. Instagram

    Artis Korea Sulli. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Korea Sulli meninggal di apartemennya di Seongnam, Gyeonggi, Korea Selatan. Perempuan bernama asli Choi Jin-ri ini ditemukan meninggal oleh managernya pada Senin, 14 Oktober 2019.

    Belum jelas apa penyebab tewasnya perempuan 25 tahun ini. Dia diketahui tinggal sendiri di apartemen itu dan polisi menduga bunuh diri. Meski begitu, petugas tidak menutup kemungkinan ada tindak kriminalitas di balik tewasnya mantan anggota grup f(x) dari agensi SM Entertainment, ini.

    Mengutip Korea Herald, Sulli masuk ke industri hiburan saat berusia 10 tahun. Drama pertamanya berjudul Ballad of Seodong yang tayang di SBS pada 2014. Pada 2009, Sulli bergabung ke dunia K-pop yang kompetitif sebagai anggota grup f(x) dari agensi SM Entertainment.

    Saat itu Sulli berusia 15 tahun. Kendati dia menjadi anggota termuda di f(x), postur tubuhnya paling tinggi. Itu sebabnya para penggemar menjulukinya Giant Baby. Pada 2015, Sulli meninggalkan f(x) dan hiatus selama setahun.

    Sulli. Instagram

    Belakangan dia mengungkapkan alasan kepergiannya. Melalui tayangan online, Sulli mengaku tidak tahu kenapa dia harus melakukan berbagai hal yang dia tak tahu apa tujuannya. "Aku hanya disuruh melakukannya, hingga pada satu titik aku menyadari itu tidak cocok untukku," kata Sulli.

    Pada 2017, Sulli kembali ke dunia seni peran dan berakting dalam film Real. Sulli kemudian meluncurkan album single Goblin, di mana dia menulis lirik untuk tiga lagu di dalamnya. Sayangnya film Real dan single Goblin ini tidak terlalu sukses.

    Selama beberapa tahun terakhir Sulli kerap menjadi sorotan karena dianggap tampil terlalu berani. Dia juga menuai kontroversi setelah mengunggah foto tanpa bra di media sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.