Unggahan Ammar Zoni Menguatkan Irish Bella: La Tahzan

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ammar Zoni dan Irish Bella. (Instagram@_irishbella_)

    Ammar Zoni dan Irish Bella. (Instagram@_irishbella_)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ammar Zoni mengunggah video berupa pembacaan ayat suci Al Quran untuk menyemangati hatinya dan istrinya, Irish Bella, tigaa hari setelah kepergian dua putri kembar mereka. Video itu diunggah di akun Instagramnya pada Rabu malam, 9 Oktober 2019.

    “La Tahzan @_irishbella_” tulisnya mencoba menguatkan istrinya. La Tahzan artinya, janganlah engkau bersedih. Ammar menukilkan video yang membacakan Q.S. Al Baqarah ayat 286. Surat ini antara lain berbunyi, “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Ia ingin menegaskan kepada istrinya bahwa mereka kuat melewati musibah itu.

    Unggahan video belum ada satu jam ini langsung mendapatkan reaksi dari seribuan netizen. Mereka memberikan dukungan kepada pasangan ini agar bisa melewati musibah dan mengikhlaskan kepergian Aiora Khadijah Bella Akbar dan Aiona Aisyah Bella Akbar.  

    Salah satunya dukungan dari Verrell Bramasta. Putra Venna Melinda dan Ivan Fadilla ini hanya memberikan komentar berupa emotikon hati.

    “Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik buat kalian. Stay strong, Kak,” kata @arye.dj.  “Bismillah…banyak-banyak istigfar dan salat ya Kak Ibewl dan Kak Ammar. Insya Allah, Allah akan memberi hadiah lebih besar dari ini,” ujar @deviardyana. “Tabah ikhlas kuat ya kalian, semua pasti ada hikmahnya,” ucap @amelia_zaina0829.

    Dua bayi pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni meninggal dalam kandungan 26 pekan. Bella mengalami  preeklamsi yang menyebabkan sebagian plasenta lepas. Alhasil, asupan darah ke dua  janin perempuan itu berhenti. Ammar langsung memakamkan dua putrinya. Sesekali terdengar isakannya saat mengubur dua bayi kembarnya.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.