Ignatius Suharyo Jadi Kardinal, Lukman Hadir dan Ucap Selamat

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ignatius Suharyo. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ignatius Suharyo. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelantikan Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo sebagai kardinal di St. Peter’s Basicilica, Vatikan, Italia, Sabtu, 5 Oktober 2019 dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Paus Fransiskus melantik Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo itu bersama 12 kardinal dari negara lain dalam sidang cardinal atau Consistorium.

    Menteri Lukman kemudian mengunggah foto pelantikan itu di akun Twitternya, Sabtu, 5 Oktober 2019. “Selamat kepada Bapak Ignatius Kardinal Suharyo yang baru saja dinobatkan sebagai kardinal,” cuitnya.

    Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo menerima pentahbisan dirinya sebagai Kardinal oleh Paus Fransiskus di Gereja St. Peter Basilica, Vatikan, Italia | Twitter Lukman Hakim Saifuddin.

    Lukman datang ke Vatikan untuk menghadiri pelantikan itu lantaran diutus oleh Presiden Jokowi. Hal ini diketahui dari cuitan seorang penganut Katolik bernama Bali Promotion Center yang dicuit kembali oleh Lukman. “Terima kasih Bpk Presiden @jokowi yang telah mengutus Menteri Agama, Bpk Lukman Saifuddin untuk menghadiri pelantikan.”

    Unggahan foto dan selamat kepada kardinal baru Indonesia ini dipuji oleh netizen. “Sudah selayaknya sebagai Menteri Agama mengayomi seluruh agama yang diakui di Indonesia. Salut,” kata @AssegaffGalby.

    Ignatius Suharyo yang kini berusia 69 tahun menjadi kardinal ketiga yang berasal dari Indonesia. Ia  mengaku sama sekali tidak mendapatkan sinyal atau pertanda apa pun mengenai penunjukan dirinya sebagai kardinal baru oleh Paus Fransiskus. Karena itu, Ignatius merasa sangat kaget saat mendengar kabar dari Vatikan pada awal September lalu.

    “Pemberitahuannya lewat telepon, tapi tidak saya angkat karena nomornya tidak saya kenal,” kata Ignatius sewaktu diwawancarai Tempo, Selasa 24 September 2019.

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.