Bikin Film Bebas Dibilang Gampang, Mira Lesmana: Itu Keliru

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemeran remaja dan dewasa dalam film Bebas foto bersama saat pengenalan karakter dan poster teaser di Goodrich Jakarta 10 Mei 2019. Film Bebas merupakan adapatasi dari film Box Office Hit Korea berjudul Sunny. TEMPO/Nurdiansah

    Pemeran remaja dan dewasa dalam film Bebas foto bersama saat pengenalan karakter dan poster teaser di Goodrich Jakarta 10 Mei 2019. Film Bebas merupakan adapatasi dari film Box Office Hit Korea berjudul Sunny. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Bebas produksi Miles Films sudah tayang di bioskop. Bebas adalah adaptasi dari film populer di Korea Selatan pada 2011 yang berjudul Sunny. Produser Bebas, Mira Lesmana mengetahui banyak orang beranggapan tak sulit membuat film Bebas karena sekadar remake dari film Sunny.

    Kenyataannya, Mira Lesmana menjelaskan, segala hal yang terkait film adaptasi tak bisa tinggal dipindahkan begitu saja. "Membuat film remake itu enggak gampang. Kebanyakan orang mungkin berpikir gampang karena tinggal nyaplok ini, tinggal ini itu. Mungkin gampang kalo tidak memikirkan muatan
    lokalnya," kata Mira Lesmana kepada Tempo di Jakarta.

    Mira Lesmana mengatakan, tantangan terberat dalam membuat film Bebas adalah mencari cara untuk melokalkan ceritanya. "Kalau salah memberikan muatan lokal, pasti yang menonton akan bilang 'ini film dari mana ya?'. Kesannya pasti bukan film Indonesia," ucap dia.

    Mira Lesmana. TEMPO/Fajar Januarta

    Film Bebas ini secara garis besar mengisahkan persahabatan sekelompok anak SMA yang menamai diri mereka sebagai Geng Bebas. Sayangnya persahabatan itu kandas karena suatu tragedi. Saat mereka dewasa, seorang anggota geng berusaha mengumpulkan kembali teman-temannya untuk memenuhi permintaan terakhir ketua Geng Bebas.

    Lantaran mengambil cerita di dua masa, yakni SMA dan dewasa, Mira Lesmana mengatakan, film ini harus memiliki kekuatan di alur waktunya. "Tantangannya ada di sini, menempatkan masa dan waktu. Bagaimana pun ini adalah karya yang harus menggambarkan masa lalu," tutur Mira.

    Sutradara, produser, dan beberapa pemain film Bebas (doc. Film Bebas)

    Riri Riza dan Mira Lesmana sepakat mengambil era 1990-an, tepatnya tahun 1995 - 1996 sebagai latar Geng Bebas mengenyam bangku SMA. Sebab itu, keduanya harus mempertimbangkan berbagai macam elemen untuk mendukung penggambaran setting waktu tersebut. Mulai dari papan reklame, busana, sampai elemen makanan dan minuman yang ada saat itu 'dibangkitkan' kembali.

    Mira Lesmana dan Riri Riza juga memanfaatkan musik dan bahasa prokem sebagai penanda di dua zaman yang berbeda dalam film Bebas. "Karena tahun 1990-an itu ibaratnya masa the rise of pop culture, kami memilih sebelas lagu yang bisa menggambarkan youth culture era 1990-an di Indonesia," kata Mira.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.