Ada Kucumbu Tubuh Indahku di Ubud Writers and Readers Festival

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat menonton film dokumenter berjudul BLUE dalam acara Ubud Writers and Readers Festival, Sabtu, 27 Oktober 2018. (Dokumentasi Ubud Writers and Readers Festival)

    Suasana saat menonton film dokumenter berjudul BLUE dalam acara Ubud Writers and Readers Festival, Sabtu, 27 Oktober 2018. (Dokumentasi Ubud Writers and Readers Festival)

    TEMPO.CO, Denpasar - Acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) akan kembali digelar pada 23 hingga 27 Oktober 2019. Tahun ini tema yang diangkat adalah Karma.  Festival yang diprakarsai oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati menargetkan minimal 25.000 pengunjung. 

    “Minimal sama dengan tahun sebelumnya sekitar 25.000,” kata koordinator media UWRF 2019, Tiara Mahardika, Sabtu, 28 September 2019.

    Para pengunjung URWF 2019 bisa menikmati pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku, karya sutradara legendaris Garin Nugroho yang mengeksplorasi perjalanan batin berliku 
    seorang penari Lengger Lanang. Ada pula pemutaran film Aruna dan Lidahnya, yang diadaptasi berdasarkan novel karya Laksmi Pamuntjak. 
     
    “Selama pemutaran film Aruna dan Lidahnya, penonton bisa mencicipi sejumlah hidangan khusus kreasi Chef Bara Pattiradwajane yang terilhami oleh novel dan film tersebut,” ujar Tiara.
     
    Tiara menjelaskan, tahun ini UWRF akan menyambut lebih dari 180 pembicara dari 30 negara. Mereka akan mengisi lebih dari 170 program seperti diskusi, acara spesial, lokakarya penulisan dan budaya, peluncuran buku, pemutaran film, pameran seni hingga pertunjukan musik.
     
    Nantinya, ada tiga lokasi utama yang akan menjadi tempat penyelenggaraan program utama, yaitu Festival Hub di Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Art Museum. “Ketiganya berlokasi di Jalan Raya Sanggingan, Ubud,” ujarnya.
     
    Selain itu, acara itu juga akan ada peluncuran buku. Antara lain Nagabumi III: Hidup dan Mati di Chang’an oleh Seno Gumira Ajidarma, Sambal Nation oleh Bara Pattiradjawane, dan Fall Baby oleh Laksmi Pamuntjak.
     
    “Serta buku UWRF19 Bilingual Antology yang merupakan buku antologi yang memuat karya lima penulis emerging UWRF19 dan karya sepuluh penulis pilihan tim kurator,” kata Tiara.
     
     
    Made Argawa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.