Kisah Eksil Politik Menang Bandung Art Contemporary Award 2019

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karya Vincent Rumahloine pemenang hadiah utama kompetisi seni rupa Bandung Contemporary Art Award 2019 di Galeri Lawangwangi Bandung, Sabtu 27 September 2019. TEMPO | Anwar Siswadi

    Karya Vincent Rumahloine pemenang hadiah utama kompetisi seni rupa Bandung Contemporary Art Award 2019 di Galeri Lawangwangi Bandung, Sabtu 27 September 2019. TEMPO | Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Bandung - Kisah tentang eksil politik di masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru menjadi kampiun di ajang kompetisi Bandung Art Contemporary Award atau BaCAA 2019. Karya itu garapan seniman muda Bandung Vincent Rumahloine. Panitia memberikan hadiah berupa uang Rp 100 juta.

    Vincent menjadikan Bung Yono sebagai tokoh sentral karyanya. Lewat instalasi foto dan video kisahnya mengalir dari masa Orde Baru hingga menjalani hidup sebagai orang biasa di Praha. "Selama tiga tahun saya berinteraksi sampai beliau mengajak membuat karya seni," ujar Vincent kepada Tempo.

    Tak hanya Vincent, ada dua pemenang lain di ajang Bandung Art Contemporary Award 2019. Mereka adalah Audya Amalia dan Bandu Darmawan. Masing-masing diganjar dengan hadiah perjalanan selama sepekan ke pusat seni rupa internasional pilihannya dan berhak mengikuti residensi seni di Intermondes, La Rochelle, Prancis.

    Karya Audya Amalia berjudul His Mom Told Him to...pemenang BaCAA 2019 dengan hadiah perjalanan selama sepekan ke pusat seni rupa internasional. TEMPO | Anwar Siswadi

    Pengumuman pemenang Bandung Art Contemporary Award 2019 berlangsung pada Jumat malam, 27 September 2019 di Lawangwangi Creative Space, Bandung, Jawa Barat. Dewan Juri BaCAA pada edisi #6 kali ini cenderung memilih karya para finalis yang menyajikan karya-karya naratif.

    Landasan berpikir atau konsep karyanya juga yang lebih menyentuh persoalan sosial, individu juga sejarah. "Dan diwujudkan melalui pilihan medium yang makin beragam, baik dari aspek pilihan material juga cara penyajiannya," kata anggota dewan juri Wiyu Wahono.

    Karya yang disajikan memang tidak sesederhana karya dua dimensi. "Susah kalau karyanya lukisan, perlu usaha keras," kata juri lainnya Asmujo J. Irianto sebelum pengumuman pemenang. Kekuatan narasi pada karya-karya finalis dan terbaik BaCAA #6 didukung oleh cara penyajiannya dalam beragam bentuk.

    Karya peserta berupa instalasi seni dengan pemanfaatan teknologi video, suara, digital photography, dan cetak digital, found-object, casting dan teknik modern lainnya. Cara itu dianggap masih efektif menyampaikan pesan dan mengemas konteks karyanya.

    Tercatat 147 orang yang mendaftar untuk mengikuti Bandung Contemporary Art Award 2019. Dari jumlah itu disaring menjadi 30, dan diseleksi lagi sampai mendapati angka 15 finalis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.