Demo Mahasiswa, Ernest Prakasa: Bukti Kita Sudah Geram

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi pembicara dalam Kelas Skenario untuk Pemula di Ruang & Tempo, Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam kelas ini, peserta diberikan materi membuat premis cerita, menciptakan karakter yang kuat, dan menyusun plot menggunakan metode

    Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi pembicara dalam Kelas Skenario untuk Pemula di Ruang & Tempo, Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam kelas ini, peserta diberikan materi membuat premis cerita, menciptakan karakter yang kuat, dan menyusun plot menggunakan metode "8 sequnce". TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Komika Ernest Prakasa mendukung aksi para mahasiswa yang turun ke jalan, menyuarakan atas beberapa rancangan undang-undang bermasalah. Seperti revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, RKUHP, dan RUU Pertanahan.

    "Bandit-bandit DPR merasa jumawa di atas rakyat yang mengantarkan mereka ke sana. Hari ini adalah bukti bahwa kita sudah geram. Hari ini, mereka belajar untuk tunduk. #ReformasiDikorupsi #MahasiswaBergerak," tulis Ernest dalam kicauannya di Twitter, Selasa, 24 September 2019.

    Ernest merupakan salah satu seniman yang peduli terhadap kondisi negara saat ini. Dalam unggahannya Ernest berani menyuarakan tentang kebakaran hutan dan beberapa undang-undang yang bermasalah.

    Ia pun juga geram dengan oknum yang berpura-pura sebagai mahasiswa. Diketahui seorang pria tua memakai jaket almamater berwarna kuning, tiba-tiba masuk kerumunan mahasiswa dan membuat onar. "Oh itu tujuan kalian ngelepas mahasiswa KW? Buat delegitimasi #MahasiswaBergerak? Kasian amat begitu doang idenya," kata Ernest.

    Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Manik Marganamahendra mengatakan ada empat agenda restorasi yang harus dilakukan untuk menuntaskan reformasi.

    Aliansi Mahasiswa Indonesia menegaskan bahwa aksi turun ke jalan yang dilakukan mahasiswa se-Indonesia pada 23-24 September 2019 tidak terlibat politik praktis. "Kami jamin agenda aksi kami di tanggal 23-24 tidak terlibat politik praktis mana pun," kata Manik Marganamahendra di Tugu Reformasi Universitas, Grogol, Jakarta Barat, Senin 23 September 2019.

    Dengan begitu, Manik mengungkapkan bahwa tidak ada oknum yang bisa menunggangi aksi mahasiswa ini. "Tidak ada yang bisa menunggangi aksi kami, selain menuntut kepada pemerintah dan DPR untuk segera menuntaskan agenda reformasi," ujar dia.

    CHITRA PARAMAESTI|FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.