Karya Seni dari Eksplorasi Pilar-pilar di Mall Senayan City

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mall Senayan City. Situs Senayan City

    Mall Senayan City. Situs Senayan City

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika berkunjung ke Mall Senayan City, Anda akan mendapati sesuatu yang berbeda pada beberapa sisi bangunan. Di sana, sebanyak 13 karya seniman muda Indonesia bertengger pada pilar-pilar bangunan mall yang sedang berulang tahun ke-13 tersebut.

    Pameran bertajuk 13 Artniversary, Today Tomorrow The Future digelar mulai 1 – 29 September 2019. Karya-karya para seniman terpasang di Lobby Utama, Lobby Selatan, dan Lobby Utara Senayan City. Para seniman yang digaet untuk unjuk eksplorasi adalah Anton Ismael, Antonio Sinaga, Bandu Darmawan, Eldwin Pradipta, Erwin Windu Pranata, Fika Ria Santika, Made Valasara, Monica Hapsari, Rebellionik, Rega Ayudya Putri, Ruth Marbun, Satria Nugraha, dan pasangan Sekarputi x Agung. Karya-karya pameran dikurasi oleh Sally Texania.

    Sally menjelaskan karya yang dipilih adalah merespons terhadap ruang, terutama pilar-pilar di gedung tersebut. "Para seniman membuat karya seni dari hasil eksplorasi ruang dengan menonjolkan karya pada pilar-pilar yang ada," ujar Sally. Tampilan dari respons itu diharapkan bisa menunjukkan progresivitas sebuah ruang yang sedang merayakan eksistensi, proses introspeksi sebagai proses pendewasaan, sekaligus sigap menangkap perkembangan semangat zaman.

    Contoh karya Bandu Darmawan. Dia memajang empat pintu menutup empat sisi salah satu pilar. Pada setiap pintu bagian atas terlihat sebuah lubang dengan sepasang mata yang bergerak-gerak, seperti mengikuti ke mana pengunjung bergerak. Pengunjung akan merasa diintai ke mana pun mengitari pilar itu.

    Karya Bandu berjudul Swa Intai di salah satu pilar di Mall Senayan City, Jakarta. TEMPO | Dian Yuliastuti

    Karya Bandu ini berjudul Swa Intai. Dia merespons tema Future, di mana teknologi sebagai pintu masuk masa depan sekaligus kekhawatiran akan askses yang tercipta pada kepentingan individu. Pintu menjadi metafora smartphone yang memungkinkan manusia pergi ke mana saja sekaligus medium untuk observasi yang dapat dianalisa.

    Karya Fika Ria Santika berjudul Tumpuk Lapis Tampak Isi memperlihatkan sebuah pilar yang separuh bagian atas tertutup plastik berwarna bening, sementara separuh bagian bawah terlihat tumpukan atau lipatan-lipatan karpet bekas atau geotekstil atau rockwoll yang biasa dipakai sebagai material bertanam vertikal.

    Karya Fika Ria Santika berjudul Tumpuk Lapis Tampak Isi di salah satu pilar Mall Senayan City, Jakarta. TEMPO | Dian Yuliastuti

    Dia memasang pipa kabel yang menyala berwarna ungu. Fika merespons tema Future yang mengacu pada lapisan dan kompleksitas yang perlu dilewati manusia pada masa depan untuk mengenal, mengetahui, dan memaknai nilai.

    Ruth Marbun merespons tema Today dengan karya berjudul Smiling is Contagious dengan kain bordir membentuk figur wajah-wajah tersenyum. Merespons subtema Today, bahwa mimik dan emosi dalam lingkup sosial akan saling berpengaruh. Dia berharap karya ini menumbuhkan energi positif kepada pengunjung dan menjadi solusi kecil dari kekhawatiran yang kerap datang di tengah aktivitas masyarakat perkotaan.

    Seniman Ruth Marbun membuat karya berjudul Smiling is Contagious di salah satu pilar di Mall Senayan City, Jakarta. TEMPO | Dian Yuliastuti

    Antonio Sinaga melihat perkembangan masa kini dengan karya seni cetak sablon untuk memotivasi individu akan kepercayaan yang dianut. Dia menempelkan lebih dari 400 lembar kertas bertuliskan pray dan menyapukan cat dengan tulisan Why Do You Pray. Antonio mempertanyakan kembali motivasi dalam melakukan sistem kepercayaan ataukan hanya menjadi sebuah rutinitas alias kewajiban semata.

    Seniman Antonio Sinaga menempelkan lebih dari 400 lembar kertas bertuliskan pray dan menyapukan cat bertuliskan Why Do You Pray. Karya seni ini ditampilkan pada salah satu pilar di Mall Senayan City. TEMPO | Dian Yuliastuti

    Merespon tema Tomorrow, Satria menyampaikan spekulasinya tentang masa depan, ketika para nelayan tak lagi mendapatkan tangkapan ikan dan mendapati sampah di laut. Dia mempertanyakan keberlangsungan sumber daya alam sebagai konsekuensi dari sikap dan perilaku manusia.

    Selain karya yang dipamerkan, Senayan City juga membuka lelang dari beberapa karya para seniman. Hasil lelang seni kontemporer ini akan disumbangkan kepada Yayasan Mitra Museum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.