Anies Baswedan Menonton Hayya: Teringat Penderitaan Palestina

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meneken MoU dengan delapan perusahaan rintisan atau Startup untuk pengembangan Jakarta Smart City di Balai Kota DKI, Jumat 13 September 2019.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meneken MoU dengan delapan perusahaan rintisan atau Startup untuk pengembangan Jakarta Smart City di Balai Kota DKI, Jumat 13 September 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonton film Hayya, The Power of Love 2 di Studio XXI Pondok Indah Mall, Jakarta, pada Kamis, 19 September 2019. Ia menonton film bersama istrinya, Fery Farhati dan ibundanya, Aliyah Rasyid Baswedan.

    “Film ini mengingatkan kita atas penderitaan anak-anak Palestina dan kepedulian bangsa Indonesia pada Palestina,” katanya untuk memberikan keterangan pada lima foto yang diunggah di akun Instagramnya .

    Menurut Anies, cinta adalah kata kerja dan semua hal sebenarnya bisa dikerjakan sebagai ungkapan cinta. “Apalagi untuk anak yatim piatu dari tanah pendudukan yang penuh desingan peluru,” ucapnya.

    Ia menjelaskan, setelah melihat film ini, ia merasa Hayya padat akan pesan, berhasil mengalirkan nuansa haru, takjub, dan menggugah simpati.

    Unggahan Anies ini mendapatkan komentar dari  hampir 2.000an netizen.  “Mantap Pak, semoga film Hayya menembus sejuta penonton,” kata Wahyu Putra.

    Akun  resmi film tersebut, @hayyathemovie kemudian menangkap layar unggahan Anies ini dijadikan unggahan mereka pada Jumat, 20 September 2019.  “Oh iya, kemarin kita kedatangan tamu besar di PIM XXI, yakni pak gubernur #@aniesbaswedan dan beliau kebetulan juga suka dengan filmnya.”

    Film yang dibintangi oleh Fauzi Baadila itu mencatat ada 93.276 penonton di hari pertama.  “Penonton hari pertama kemarin luar biasa. Jauh melebihi apa yang kita harapkan,” tulis mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.