Sinead O'Connor Minta Maaf karena Pernah Berkata Rasis

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Sinead O'Connor memakai hijab dalam foto di akun Twitternya. Penyanyi asal Irlandia ini memutuskan untuk memeluk agama Islam. Twitter/@MagdaDavitt77

    Penampilan Sinead O'Connor memakai hijab dalam foto di akun Twitternya. Penyanyi asal Irlandia ini memutuskan untuk memeluk agama Islam. Twitter/@MagdaDavitt77

    TEMPO.CO, JakartaSinead O'Connor menyesal karena pernah berkata rasis. Pernyataan itu dia sampaikan pada Oktober 2018 lalu.

    Saat itu, menurut O'Connor, dia merasa kesal dengan berbagai komentar yang mempersoalkan keputusannya masuk Islam. Dan menurut dia, sebagian besar komentar miring terhadapnya datang dari orang kulit putih.

    "Sungguh aku tak mau lagi bergaul dengan orang kulit putih. Bukan hanya sesaat, untuk semua alasan. Mereka menjijikan," tulis O'Connor di akun media sosialnya. O'Connor yang kini berganti nama menjadi Shuhada Sadaqat menjelaskan, penyataan itu hanya ditujukan bagi orang yang mengkritik kepindahan keyakinan dia.

    Sebelum mengumumkan telah menjadi seorang muslim, Sinead O’Connor mengubah nama resminya menjadi Magda Davitt pada 2017. Kemudian ia menggantinya dengan nama Shuhada' Davitt. Twitter/@MagdaDavitt77

    Pada Minggu kemarin, O'Connor mengklarifikasi pernyataannya yang rasis tadi. "Ucapan itu memang sangat rasis. Saat itu aku marah dan tak menggunakan akal sehat. Aku minta maaf," tulis Sinead O'Connor di Twitter pada Minggu, 8 September 2019. "Waktu itu aku marah karena aku mersakan ada islamofobia."

    Pelantun lagu Nothing Compares 2 U itu mengumumkan dirinya memeluk Islam pada Oktober 2018 dan mengganti nama menjadi Suhada Sadaqat. Dalam bahasa Arab, Suhada berarti martir dan kata Saqadat dalam bahasa Urdu bermakna kebenaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.