Livi Zheng: Joko Anwar Tidak Tahu Oscar

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Livi Zheng (kiri), Sutradara asal Indonesia yang membuat film Hollywood, Brush with Danger. (musicshow.info)

    Livi Zheng (kiri), Sutradara asal Indonesia yang membuat film Hollywood, Brush with Danger. (musicshow.info)

    TEMPO.CO, Jakarta - Livi Zheng, sineas indonesia yang mengaku berkarir di Amerika Serikat, menyebut sutradara Joko Anwar tak paham tentang Oscar. "Kalau orang gak pernah berkarir di Amerika, gak ngerti Oscar, definisi feature film, ya mungkin asal ngomong kali," katanya saat menjadi tamu Deddy Corbuzier di channel Youtubenya pada Sabtu, 7 September 2019. 

    Menurut Livi, karya dia, Bali: Beats of Paradise yang dibuat adalah feature film dan bukan documentary film seperti yang dikatakan Joko Anwar. "Di website Oscar disebut feature film itu jika durasinya di atas 40 menit. Feature gaknya itu base on duration, bukan base on genre. Bisa documentary, drama, action. Cuma panelisnya ini gak ngerti, dia ngotot. Kalau orang gak pernah kerja di Amerika ya gimana," ucapnya. 

    Dalam tayangan QNA Belagak Hollywood di Metro TV yang menghadirkan Livi sebagai tamu, Joko sebagai panelis bersama para sutradara Indonesia menyatakan film yang dibuat perempuan 30 tahun ini adalah film dokumenter. Sehingga, filmnya tidak bisa bersaingi dengan film-film lain sebagai best picture dalam perhelatan Academy Award. Saat itu, Livi ngotot mengatakan bahwa film dia masuk dalam seleksi nominasi Oscar

    Livi menjelaskan, filmnya memenuhi persyaratan administrasi untuk masuk seleksi Oscar lantaran sudah tayang di bioskop Amerika. "Dia sudah ada belum filmnya yang tayang di Amerika? Mungkin filmnya kagak nyampai standar Oscar gimana. Joko Anwar bilang punya agen dan manajer di Hollywood, tapi mana produksinya di Amerika?" ucapnya. 

    Ia menyatakan, faktanya filmnya adalah karya Hollywood lantaran sudah tayang di bioskop di Amerika. Sebuah film disebut sebagai film Hollywood jika diproduksi di Amerika. "Mau diproduksi di Los Angeles, di New York, di Texas, itu disebut film Hollywood karena dibuat di Amerika," katanya.  

    Ia kemudian ditantang Deddy untuk berbicara kepada Joko Anwar  "Joko Anwar, lu jangan ngomong film gue bukan feature film, kalau lu gak ngerti definisi feature film, film gue feature film. Jangan lupa, film gue film Hollywood, karena diproduksi di Amerika."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.