Iriana Jokowi ke Beringharjo, Tawar Batik Rp 5.000 Lebih Murah

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iriana Jokowi memborong beberapa barang di Pasar Beringharjo. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Iriana Jokowi memborong beberapa barang di Pasar Beringharjo. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ibu negara Iriana Jokowi menyambangi Pasar Beringharjo Yogyakarta Jumat 6 September 2019. Ia yang didamping istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Kalla membeli sejumlah barang mulai dari kaos, blues, batik, hingga tas kulit. Iriana tak asal beli. Ibu negara juga sempat terlibat obrolan seru saat tawar menawar dengan pedangang. 

    Nancy Retno, seorang pedagang di kios Beringharjo bernama Batik Soenaryo, kios yang memasarkan batik berlabel Aspari asal Pajangan Bantul, mengatakan Iriana sempat menawar sebelum akhirnya membeli tiga blues batik parang dan kawung. 

    "Harganya satu bluesnya kan Rp 135 ribu, kalau ditotal kan harusnya Rp 405 ribu, nah, tadi ibu sempat menawar, boleh tidak kalau Rp 400 ribu?" ujar Nancy menirukan Iriana. Nancy pun menjawab sopan, 'Nanti (selisih) Rp 5 ribu nya ikut siapa, Bu?'

    Nancy lalu menjelaskan kepada Iriana jika produk yang dijualnya sudah harga standar semua alias harga pas. Ia tidak menaikkan atau menurunkan harga siapapun yang membeli, termasuk para bakul langganan yang kulakan di tempatnya.

    "Kami produksi sendiri semuanya, Bu, perajin dan penjahitnya semua di Pajangan Bantul," ujar Nancy mengulang ucapannya pada Iriana yang kepicut dengan blues blues batik dengan gambar tokoh wayang itu.

    Belum menyerah, ujar Nancy, nenek Jan Ethes dan Sedah Mirah ini lalu membuka tas dan mengeluarkan sebuah amplop berisi uang. "Ini tinggal segini," ujar Iriana sembari menunjukkan isi amplop itu kepada Nancy yang disambut tawa pedagang lain. Mereka tak menyangka Iriana seakrab itu dengan pedagang.

    "Ya bercanda saja, Ibu, tetap dibayar pas kok Rp 405 ribu," ujar Nancy.

    Nancy mengakui senang sekali dengan kunjungan Iriana itu. Karena menjadi pembeli pertama di kiosnya. Perempuan 45 tahun itu mengaku jika ia memang tak menaikkan atau menurunkan harga untuk produk yang dijualnya karena sudah harga kulakan. Hari libur maupun sepi dan siapapun pembelinya harga itu tak berubah.

    "Barang kami juga dipasok ke Bali tiap bulan, yang kulakan pun ambil harganya juga sama untuk blues segitu," ujarnya.

    Tak ketinggalan, dalam kunjungan itu permaisuri Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam X juga turut memborong bahan batik. "Tadi ibu suri Paku Alam X beli bahan Paris untuk buat baju dan bawahan, Rp 125 ribu per buahnya, beli sepuluh potong," ujar Maryuti, seorang pedagang di kios batik Maryuti.

    Maryuti bersyukur dengan kunjungan Iriana dengan rombongannya ini di bulan bulan yang sepi pengunjung. "Bulan seperti ini, masih masa anak sekolah dan bukan liburan omset turun semua sampai 50 persen, syukurlah ada rombongan bu Iriana belanja," ujarnya.

    Sejumlah pedagang yang disambangi Iriana rata rata mengaku jika ibu negara itu tak banyak menawar harga yang dibanderol. Pedagang pun juga sebagian mengaku tak menaikkan harga barangnya atau memanfaatkan aji mumpung.

    "Harga tas yang dibeli bu Iriana kelas menengah, Rp 300 ribu, itu harga sama kalau saya jual ke orang lain juga," ujar Dini Suryaningtyas, pemilik toko tas Mimo Beringharjo yang disambangi Iriana.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.